MENJELANG
pembahasan APBD, kalangan legislatif mengingatkan eksekutif konsisten terhadap
komitmen perbaikan jalan lingkungan. Pasalnya, kata Ketua Komisi III DPRD Kota
Mataram, I Gede Wiska, Spt, masih ada jalan lingkungan yang kondisinya seperti
daerah terisolir.
Ia
mencontohkan Lingkungan Kebon Babakan Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya. Di
ruas jalan tersebut, terlebih pada malam hari membuat orang yang melaluinya
merasa seperti berada di daerah terisolir. Sebab, tidak hanya kondisi jalannya
yang rusak parah, tapi juga PJU (Penerangan Jalan Umum) tidak ada. ''Padahal
kita sedang berada di Kota Mataram,'' cetusnya menjawab Suara NTB di ruang kerjanya.
Wiska
juga mempertanyakan komitmen Dinas Pertamanan yang katanya akan mewujudkan Mataram
terang benderang. Bisa jadi, kondisi di lingkungan Kebon Babakan itu, satu dari
sekian ruas yang masih gelap gulita. Kondisi jalan yang rusak parah itu
diharapkan menjadi prioritas untuk ditangani. Karena kondisi jalan yang rusak
parah tentu akan berkaitan erat dengan perekonomian masyarakat.
Apalagi
tahun 2015 Pemkot Mataram, katanya, akan mengajukan anggaran Rp 50 miliar untuk
perbaikan jalan lingkungan. Ia menyangsikan perekonomian warga setempat bisa
berkembang sepanjang kondisi jalan lingkungan masih seperti itu. Karenanya,
terkait pengajuan perbaikan jalan lingkungan, Komisi III berjanji akan
melakukan cross check ke lapangan,
terkait ruas jalan mana saja yang bisa diakomodir nantinya. (fit)

Komentar