KEINGINAN
Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid membangun terminal, mendapat
kritik dari wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH.
katanya, ketika Dishubkominfo berkeinginan membangun terminal, harus
memperhatikan banyak aspek. Azas ke masyarakat, azas sosial dan peraturan harus
dilihat.
‘’Kan ada azas cermat dan tepat guna,’’
cetusnya menjawab Suara NTB di ruang
kerjanya, Senin (27/10). Ia tidak menafikan jika potensi di Mataram tidak sedikit,
hanya saja selama ini kurang maksimal digarap. Ini artinya, lanjut Syamsul, ada
kelemahan di Dishubkominfo di dalam mengolah maupun melaksanakan tugas dan
fungsinya selaku eksekutif.
Syamsul
mempertanyakan mengapa Dishubkominfo ingin membuat terminal sementara kegiatan
lainnya yang tergolong prioritas justru masih tertunda. ‘’Kegiatan SKPD itu kan
masih banyak yang perlu dibenahi,’’ imbuh politisi Nasdem ini. Selain kualitas
SDM juga menjadi tolak ukur dalam mewujudkan pengelolaan terminal yang baik.
Ia
mencontohakan, dirinya kerap berkunjung baik ke Pasar Mandalika maupun Kebon
Roek, Ampenan. Dikedua pasar itu, potensi sangat besar demikian pula lahan
untuk terminal masih luas. Sayangnya penataan belum serius diurus. Dikatakan
Syamsul, sebelum Dishubkominfo benar-benar melakukan pembangunan terminal baru,
ia menyarankan supaya SDM di internal SKPD yang mengelola retribusi terminal
ini dibenahi terlebih dahulu.
Menurut
Syamsul, pembangunan terminal baru belum terlalu mendesak dilakukan.
Menumpuknya kendaraan umum di badan jalan, misalnya di depan Pasar Kebon Roek,
bukan karena terminal yang ada tidak mampu menampung kendaraan, melainkan
pengelolaannya belum dilakukan dengan benar.
‘’Artinya
sistemnya yang tidak pernah diurus,’’ ujarnya. Kalau memang penempatan SDM
lingkup Pemkot Mataram sesuai latarbelakang pendidikan, Syamsul yakin
masyarakat tidak akan melihat pemandangan kendaraan semrawut. ‘’Masih luas kok,’’ tambahnya. Untuk itu, ia meminta
Kadishubkominfo mengkaji kembali keinginannya itu. Anggota Dewan dari dapil
Sekarbela ini lebih setuju kalau anggaran diarahkan untuk pengembangan kawasan
wisata di daerah pesisir.
‘’Ini
potensi. Magnet ekonomi yang dimana-mana secara nasional banyak membantu
pemerintah,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar