Pemberdayaan Anggota



WORKSHOP Fraksi Partai Golkar yang digelar tiga hari lalu, mendapat apresiasi positif dari sejumlah kalangan. Workshop ini diharapkan diikuti oleh fraksi-fraksi yang lain. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman kepada Suara NTB mengungkapkan, dalam tata tertib Dewan sudah diatur, bahwa hak menggelar workshop merupakan hak semua fraksi. ‘’Tidak hanya fraksi Partai Golkar,’’ cetusnya.

Menurut Mujiburrahman, fraksi-fraksi bisa difasilitasi oleh Sekretariat DPRD Kota Mataram manakala akan melakukan kegiatan-kegiatan. Seperti workshop yang digelar fraksi Partai Golkar, Sabtu (27/9) tentang pengaturan miras dan pelestarian krama adat. Namun demikian, polanya tidak melulu berupa workshop. ‘’Atau dia memperbanyak secara internal rapat-rapat fraksi,’’ cetusnya.

Meskipun sifatnya rapat internal, semua fraksi bisa saja menghadirkan para pakar. ‘’Itu bisa difasilitasi. Karena lembaga seperti DPRD ini, komandonya itu ada di pimpinan fraksi, bukan di pimpinan Dewan,’’ terang Mujiburrahman. BK (Badan Kehormatan) pundalam melaksanakan tupoksinya akan berhubungan erat dengan pimpinan-pimpinan fraksi. Workshop yang dilakukan Fraksi Partai Golkar diharapkan menjadi batu loncatan.

Supaya, lanjut Mujiburrahman, fraksi-fraksi yang lainnya melakukan hal yang sama. Langkah tersebut merupakan bentuk pembinaan kepada anggota-anggota fraksi. Ia mengatakan puluhan anggota DPRD Kota Mataram adalah kader-kader yang potensial. ‘’Insya Allah ada (potensi, red) Tinggal diasah saja,’’ ujarnya.

Mujiburrahman membantah adanya kesan bahwa Fraksi Partai Golkar memberlakukan informasi satu pintu, mengingat dari sembilan anggota murni Fraksi Partai Golkar, yang ‘’mampu’’ berbicara hanya beberapa orang saja. ‘’Tidak seperti itu. Jadi ini bagaimana FPG itu bisa mengadakan kegiatan untuk menghimpun masukan atau informasi-informasi sehingga anggota Fraksi Partai Golkar tidak hanya asal berbicara,’’ ungkapnya.

Selain workshop, Fraksi Partai Golkar, katanya, akan mengagendakan kegiatan-kegiatan lainnya guna meningkatkan kapasitas wakil rakyat yang bernaung di bawah partai berlambang pohon beringin itu. ‘’Dalam satu bulan adalah. Minimal dengan internal fraksi dan pakar dalam bidang-bidang tertentu,’’ tambahnya.

Mujiburrahman menyebutkan, Fraksi Partai Golkar telah memiliki pendamping dengan kualifikasi pendidikan minimal S2. Yang jelas, Golkar ingin menghindari kemubaziran dalam bentuk anggota fraksi tidak maksimal di alat kelengkapan Dewan. (fit)

Komentar