Penanganan Anjal Butuh Rp 200 Juta Pertahun
Mataram (Suara
NTB) –
Sejumlah program Disosnakertrans Kota Mataram mendapat
pujian dari Komisi IV DPRD Kota Mataram. Kepala Disosnakertrans Kota Mataram, H. Ahsanul Khalik
dianggap sebagai kepala dinas yang kreatif dan punya inovasi. Salah satu program itu adalah penanganan anjal
anakan jalanan. Sayangnya, dalam melakukan gerakan penertiban anjal secara
kontinyu, dinas ini tidak memiliki anggaran.
Kepala Dinas Sosnakertrans Kota Mataram, H. Ahsanul Khalik
yang ditemui Suara NTB usai
menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kota Mataram, Sabtu (11/10) menyebutkan,
penanganan anjal di Mataram setidaknya butuh anggaran Rp 200 juta per tahun.
Anggaran itu sudah include rehabilitasi
sosialnya. ‘’Kalau sekarang ini kami Disosnakertrans hanya punya Rp 25 juta,’’
akunya.
Namun demikian, dengan keterbatasan anggaran yang ada,
Khalik mengatakan, program penanganan anjal akan tetap berjalan. ‘’Kita akan
terus memformulasi pola-pola anjal seperti apa, maka kita juga
menyesuaikan,’’ujarnya. Ia mengaku anggaran Rp 25 juta itu hanya difokuskan
untuk penertiban. Sementara untuk pembinaan terpaksa diambilkan dari anggaran
program lainnya
Karenanya, dengan anggaran Rp 200 juta, ia optimis
anjal dari Kota Mataram bisa tertangani semua. ‘’Dan itu nanti akan kita buatkan pendamping. Artinya
ada yang mendampingi sehingga tidak keluar lagi,’’ terangnya. Disosnakertrans, kata Khalik telah mengusulkan anggaran penanganan
anjal untuk masuk dalam APBD Kota Mataram tahun 2015 mendatang. khalik mengaku, pihaknya sudah dipanggil Sekda.
Intinya bagaimana penanganan anjal menjadi salah satu program unggulan agar
menjadikan Kota Mataram bebas anjal.
Data dari Disosnakertrans menyebutkan jumlah anjal di Mataram
62 orang yang berasal dari tiga titik. Yakni Tanah Haji, Cemara dan Gomong. Sedangkan
pengemis ada lima orang yang berasal dari Bintaro dan Karang Bedil. Selebihnya,
17 orang dari Lombok Barat. ‘’Kita fokus menertibkan yang ada di perempatan dan
pertokoan,’’ katanya. (fit)
Komentar