MENGANTISIPASI ulah oknum spekulan yang melakukan
penimbunan menjelang naiknya harga BBM, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram,
Drs. HM. Noer H. Ibrahim mengimbau kepada aparat kepolisian maupun Satpol PP
Kota Mataram untuk segera melihat gejala-gejala penimbunan.
Komisi II, kata Noer Ibrahim, sangat berharap aparat
kepolisian maupun Satpol PP melakukan pemantauan ke SPBU-SPBU. ‘’Mungkin yang
beli pakai jeriken-jeriken itu. Memang banyak sekarang yang beli pakai jeriken.
Jerikennya tidak diturunkan tetapi dia masukkan di mobilnya. Seolah-olah dia ngisi di mobilnya, padahal itu
jeriken-jeriken,’’ terang politisi Partai Golkar ini.
Menyikapi rencana kenaikan harga BBM, Noer Ibrahim bersama
anggota Komisi II DPRD Kota Mataram berjanji akan turun ke lapangan, melakukan
pemantauan di Pertamina dan lain sebagainya. Tidak hanya memantau dampak dari
rencana kenaikan harga BBM tapi juga memantau gas LPG 3 kg yang harganya mahal
dan terkesan langka.
Noer Ibrahim menduga langka dan mahalnya gas LPG 3 kg
ini tidak terlepas dari permainan para agen yang ditengarai melakukan
penimbunan. ‘’Kita sisir nanti agen-agen,’’ cetusnya. Ia memastikan dewan akan
mengambil peran untuk menjawab keresahan masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat
cukup kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg. Distribusi ke tingkat pengecerpun
mulai sulit.
Kalau dulunya para pengecer mendapat pasokan LPG 3 kg
tiap minggu, sekarang bisa tiga minggu sekali. ‘’Ini indikasi kelangkaan.
Barangnya ada tapi disembunyikan,’’ cetusnya. Noer Ibrahim mengimbau kepada
para pedagang agar sportif dalam mengambil untung. Ia mengatakan, dalam waktu
dekat bakal menggelar hearing dengan Pertamina
untuk mengetahui penyebab kelangkaan LPG 3 kg sekaligus ketersediaan BBM.
‘’Kami akan minta ke Pertamina supaya mengawasi SPBU-SPBU
supaya tidak melayani jeriken-jeriken,’’ katanya. Selain itu, menurutnya, operasi pasar yang pernah
dilakukan pertamina bersama para agen dan pangkalan belum mampu menjawab
kelangkaan LPG 3 kg. (fit)
Komentar