DPRD Kota Mataram Dorong Rasionalisasi dan Efisiensi Anggaran



Mataram (Suara NTB) –
DPRD Kota Mataram mendorong Pemkot Mataram meningkatkan belanja langsung berikut melakukan efisiensi anggaran. Dorongan ini mengemuka dalam rapat kerja gabungan komisi DPRD Kota Mataram dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), Selasa (25/11). Menurut kacamata Dewan, tidak sedikit pos belanja yang perlu dirasionalisasikan dalam rangka melakukan efisiensi anggaran.

Menurut Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH, harus ada gerakan kultural untuk melakukan efisiensi. ‘’Misalnya, kalau penggunaan AC suhunya 25 derajat, nanti harus dicek semua. Begitu pula kalau rapatnya hanya satu jam mungkin tidak perlu pakai snack, kecuali kalau rapatnya sampai 3 jam,’’ terangnya mencontohkan.

Hal yang sama juga, lanjut Didi Sumardi harus diterapkan di internal Dewan. Supaya Dewan tidak hanya menyoroti eksekutif tetapi juga melakukan gerakan efisiensi yang sama. ‘’Kalau kita tidak lakukan itu (efisiensi, red) dosanya dua kali lipat,’’ tegasnya. Karenanya, Dewan mendesak eksekutif agar merasionalisasi belanja kaitannya dengan hajat efisiensi anggaran.

Terhadap peningkatan pendapatan daerah, lanjut Didi Sumardi, perlu dilakukan efisiensi dan rasionalisasi anggaran serta reformasi birokrasi. Oleh karena itu, titik berat perhatian adalah pada SKPD yang secara langsung terkait dengan program unggulan dan SKPD yang secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti Dinas Dikpora, BPMP2T, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penanggulangan masalah sosial, penciptaan keamanan dan ketertiban.

Disamping itu, katanya, untuk memaksimalkan pelayanan dan peningkatan PAD RSUD Kota Mataram, perlu menjadi perhatian. ‘’Dengan diberikan kebijakan khusus untuk menyesuaikan anggaran yang dikelola dalam status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) diarahkan kepada peningkatan sarana prasarana, kamar operasi, SDM, termasuk memperkuat karakteristik sebagai rumah sakit pendidikan dan lain-lain,’’ jelas Didi Sumardi.

Sektor kebersihan juga mendapat perhatian yang arahnya bagaimana meningkatkan kinerja menjadikan Mataram sebagai kota yang bersih, indah dan sehat. Termasuk juga soal pembangunan kesehatan lingkungan melalui penanganan limbah komunal di tingkat lingkungan.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Kota Mataram menyoroti kemungkinan dilakukannya perimbangan persentase belanja langsung dan belanja tidak langsung agar mengedepankan azas manfaat bagi kepentingan masyarakat secara langsung. Hal tersebut juga terkait dengan langkah-langkah efisiensi terutama yang berkaitan dengan belanja aparatur, honor, insentif, biaya pemeliharaan dan belanja lainnya.

Dalam kesempatan itu, Dewan menyarankan agar penyediaan anggaran yang tercantum pada objek/rincian belanja cetak dan pengadaan untuk kegiatan peningkatan pelayanan publik pada SKPD agar dilakukan penghematan sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing kegiatan atau program. Selanjutnya, selisih dari hasil penghematan tersebut, dialihkan untuk membiayai program atau kegiatan langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, terhadap penyediaan anggaran untuk honorarium agar dilakukan secara selektif sesuai dengan kebutuhan waktu pelaksanaan kegiatan dalam rangka mencapai target kinerja kegiatan yang baik. Mengingat, besaran alokasi anggaran untuk honorarium harus memperhatikan azas kepatutan, kewajaran, rasionalisasi dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan serta didasarkan pada pertimbangan bahwa benar-benar memiliki peranan dan kontribusi nyata terhadap efektivitas pelaksanaan kegiatan. Sehingga, anggarannya dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.   

Menanggapi hal itu, Ketua TAPD yang juga Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., mengaku, saat ini pihaknya tengah melakukan analisis beban kerja. ‘’Kami sudah pangkas semua SKPD,’’ akunya. Sementara sorotan mengenai besarnya belanja ATK (Alat Tulis Kantor) sesungguhnya ada pada biaya pemeliharaannya. Lagipula seluruh sekolah se-Kota Mataram, ATKnya dianggarkan dalam APBD. (fit/*)

Komentar