Empat Perumahan di Lobar Jadi Beban Mataram



Tagihan PJU Kota Mataram Rp 1,7 Miliar


Mataram (Suara NTB) –
Tagihan PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kota Mataram, masih saja menunjukkan nilai yang cukup fantastis. Bahkan, tagihan PJU bulan November 2014 tidak kurang dari Rp 1,7 miliar. Namun demikian, aku Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, H. Kemal Islam dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Mataram, Kamis (20/11), pihaknya tidak akan membayar semua tagihan itu.

Pasalnya, dari tagihan Rp 1,7 miliar itu, ada indikasi kejanggalan. Ada empat perumahan yang masuk wilayah Kabupaten Lombok Barat, tagihannya justru dibebankan kepada Kota Mataram. Tagihan lain yang juga disebut tidak masuk akal adalah tagihan PJU untuk Gedung Koni di Jalan Langko. Padahal, sudah lama gedung tersebut sudah berdiri bangunan lain. Ditambah program neonisasi di 40 titik yang rata-rata tagihannya Rp 1,5 juta.

Dengan tidak dibayarkannya listri di empat perumahan di Lobar ditambah gedung Koni yang sudah tidak ada di Jalan Langko, bisa menghemat pembayaran hingga Rp 200 juta. Sehingga tagihan PJU yang akan dibayar Dinas Pertamanan sekitar Rp 1,5 miliar. Kemal mengatakan, Pertamanan terus berupaya melakukan efisiensi anggaran dengan menerapkan sistem meterisasi.

‘’Dengan tagihan yang Rp 1,7 miliar ini, yang menggunakan meterisasi kita bayar hanya Rp 500 juta. Yang tinggi adalah pembayaran yang pakai kontrak daya, Rp 1,2 miliar,’’ terangnya. Saat ini Pertamanan baru memiliki 350 box meterisasi dari kebutuhan total 650 box meterisasi. Ia menargetkan tahun 2016 mendatang box meterisasi sudah terpenuhi semua. Dengan telah terpasangnya box meterisasi seluruhnya, Kemal meyakini, pembayaran tagihan PJU nantinya berkisar Rp 1,2 – 1,4 miliar per bulan.

Kemal tidak menampik, untuk meterisasi memang butuh anggaran yang tidak kecil. Tahun 2015, pemasangan box meterisasi direncanakan 100 buah. Sementara PPJ yang disetorkan kembali ke Pemkot Mataram oleh PLN sekitar Rp 2 miliar. Kalau dilihat jumlah pelanggan listri di Kota Mataram yang terus bertambah, sebetulnya penerimaan dari PPJ diperkirakan bisa menembus angka Rp 3 miliar. Sayangnya, kata Kemal, PLN cenderung belum terbuka terhadap data riil jumlah pelanggan di Kota Mataram. (fit)

Komentar