Jangan Main-main dengan Anggaran



KETUA Fraksi Gerakan Nurani Bangsa DPRD Kota Mataram, HM. Faesal mengingatkan KPU Kota Mataram agar tidak bermain-main dengan anggaran. Besarnya anggaran Pilkada yang diajukan KPU Kota Mataram, menurut dia, harus jelas dasarnya.

‘’KPU ini masuk ke dewan baru pertama, jadi kita belum tahu hasil kerjanya, langsung minta uang apa segala macam,’’ ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB usai mengikuti rapat kerja bersama KPU Kota Mataram dan eksekutif. Artinya, lanjut Faesal, pihaknya belum bisa mengapresiasi kinerja KPU. Sebab, kalau beban APBD Rp 21,1 miliar seperti permintaan KPU Kota Mataram, jelas akan mengganggu postur APBD Kota Mataram.

Jika dibandingkan dengan jumlah anggaran pada tahun 2010, hanya Rp 11 miliar untuk dua putaran dan jumlah penduduk diyakini lebih banyak, maka anggaran Pilkada 2015 yang diajukan KPU Kota Mataram dinilai terlalu besar. Menurut Anggota Komisi IV ini, boleh saja KPU mengajukan nominal anggaran yang besar, asal sesuai dengan kondisi riil. Seperti jumlah penduduk dan sebagainya.

Selama ini, lanjut Faesal, KPU selalu bermasalah dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap). ‘’Sehingga, kalau dia baik-baik kerja, siapa sih juga yang ndak ngasi,’’ katanya. Ia menganggap cara KPU meyakinkan dewan dengan membanding-bandingkan anggaran Pilkada di daerah lain, kurang pas. Sebab, kondisi daerah berbeda satu sama lain.

Faesal kembali mengingatkan KPU Kota Mataram bahwa rezim pemerintahan sekarang menerapkan azas efisiensi anggaran, sehingga KPU pun dalam mengajukan anggaran harus irit dan realistis. Masalah DPT misalnya, tidak sedikit parpol yang dirugikan dengan DPT yang amburadul. (fit)

Komentar