Mataram
(Suara NTB) -
Data
jumlah penduduk Kota Mataram yang disebut menurun oleh Dinas Dukcapil Kota
Mataram, banyak menuai kritik dari kalangan anggota DPRD Kota Mataram. Data
jumlah penduduk yang dirilis Dinas Dukcapil diragukan banyak pihak. Menanggapi
keraguan berbagai kalangan itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram, H. Ridwan kepada
Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu
(12/11) menjelaskan, bahwa data penduduk yang disampaikan kepada Ketua KPU Kota
Mataram, HM. Ainul Asikin adalah data hasil konsolidasi per 31 Juni 2014.
Data
tersebut belum final. Karena data penduduk yang akan digunakan pada Pilkada
2015 mendatang adalah data hasil konsolidasi terakhir yakni 31 Desember 2014.
Data konsolidasi adalah data yang sudah dibersihkan. Artinya, data penduduk
Kota Mataram masih bisa berubah. ''Data penduduk ini kan dinamis. Dinamisnya darimana, pindah, lahir, meninggal,’’ sebut
Ridwan.
Selain
itu, Dukcapil kata Ridwan, tengah menggalakkan perekaman e-KTP. Perlu diingat,
lanjutnya, bahwa data yang ada di Dinas Dukcapil Kota Mataram, adalah data
penduduk yang terlayani melalui pendaftaran. Namun demikian, Ridwan meyakini
Desember mendatang data jumlah penduduk Kota Mataram pasti akan bertambah.
''Selama Bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember pasti
ada yang melakukan perekaman e-KTP. Meskipun terlihat banyak, namun data
penduduk yang masuk SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) adalah
penduduk mataram yang ber KTP.
Sebelumnya,
dalam raker DPRD Kota Mataram dengan KPU Kota Mataram dan jajaran eksekutif,
sejumlah anggota DPRD Kota Mataram menyangsikan penurunan data jumlah pemilih
sebagai akibat berkurangnya jumlah penduduk seperti disampaikan Ketua KPU Kota
Mataram, HM. Ainul Asikin yang diterima dari Dinas Dukcapil Kota Mataram. Apalagi
dengan program e-KTP, setiap bulan bahkan setiap hari diyakini ada penduduk
Mataram yang menjadi wajib KTP dari segi persyaratan usia. (fit)
Komentar