MASIH
tingginya angka kemiskinan di Kota Mataram, dinilai membutuhkan penanganan yang
lebih serius lagi. Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE.,
menyebut ada permasalahan dalam penanggulangan kemiskinan di daerah ini.
Menurut dia, penanganan kemiskinan di Mataram belum fokus.
Meskipun
sudah ada tim khusus yang bentuk untuk mengkoordinasikan penanganan kemiskinan,
namun sejauh ini, hasil nyata dari program-program yang diklaim untuk
pengentasan kemiskinan belum mampu menurunkan angka kemiskinan secara
signifikan. Pasalnya, program penanganan kemiskinan yang tersebar di beberapa SKPD
seperti Disosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kota Mataram,
BPM (Badan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Mataram dan Bagian Ekonomi Setda Kota
Mataram dianggap belum fokus.
Kondisi
ini tidak terlepas dari data kemiskinan yang disajikan oleh tiap SKPD yang masih
beragam. ''Datanya tidak sama sehingga penanganannya menjadi tidak fokus,''
terangnya kepada Suara NTB. Data
kemiskinan menurut BPS Kota Mataram pada tahun 2013 yakni 46.674 atau
10,75 persen dari jumlah penduduk Kota mataram yang mencapai 419.641 pada tahun
yang sama.
Namun,
Pemkot Mataram mengklaim tingkat kemiskinan terus turun. Tahun 2013 lalu, pihak
Bappeda Kota Mataram menyebut data terakhir tingkat kemiskinan mencapai 11,26
persen. Angka ini diklaim menurun signifikan dari akhir tahun 2012 lalu 14,44
persen.
Angka
ini dibawah rata-rata kemiskinan nasional sebesar 13,33 persen. Dalam beberapa
tahun terakhir angka kemiskinan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menurunnya
persentase kemiskinan tidak terlepas dari upaya dan strategi penanggulaan
kemiskinan yang diterapkan pemkot Mataram.
Upaya
dan strategi penanggulangan kemiskinan dikelompokkan menjadi dua program besar.
Pertama, dengan memberikan perlindungan kepada warga miskin untuk mengurangi
pengeluaran kebutuhan ekonomisnya seperti Jamkesmas, BSM, KMS dan program
lainnya. Kedua, strategi bagaimana meningkatkan pemberdaayaan ekonomi warga
miskin. Diharapkan, dengan pemberdayaan ekonomi tersebut bisa meningkatkan
taraf hidup dan kemandirian warga miskin. (fit)
Komentar