KEBERADAAN
perajin cukli di Rungkang Jangkuk cukup memprihatinkan. Padahal, Rungkang
Jangkuk menjadi daerah spesifik yang merupakan basis kerajinan masyarakat di
bidang furniture cukli. ''Cukli itu
memang seharusnya sudah dipatenkan. Saya kurang tahu apakah itu sudah
dipatenkan atau belum,'' ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, I Gusti
Bagus Hari Sudana Putra, SE menjawab Suara
NTB di kediamannya.
Mestinya
Dinas Koperindag turun. Seperti diketahui, Pemkot Mataram mempunyai program
penciptaan wirausahawan baru. Sementara, lanjut Gus Hari, sapaan akrabnya,
perajin cukli di Rungkang Jangkuk kembang kempis menghadapi persoalan
permodalan, pemasaran dan lain sebagainya. Seharusnya Diskoperindag sebagai SKPD
teknis memfasilitasi para perajin supaya bisa keluar dari masalah yang mereka hadapi. ''Sebaiknya dinas
itu (Diskoperindag, red) harus rajin-rajin turun untuk melihat perkembangan
masyarakat,'' pintanya. Karena seperti diketahui, selalu kekurangan modal.
Sedangkan
kalau mereka meminjam modal di perbankan, para perajin kerap terkendala
prosedur yang terkesan berbelit-belit. Ia khawatir jika perajin cukli di Rungkang
Jangkuk tidak diperhatikan, bisa-bisa bernasib sama dengan perajin gerabah di Banyumulek
yang hasil karyanya diklaim daerah lain. Kerajinan cukli, kata Politisi
Demokrat ini, sejatinya punya pangsa pasar yang cukup baik, hanya saja masih
minim perhatian Pemda.
Dibandingkan
ukiran Bali, cukli menurut dia punya keunikan tersendiri. Apalagi cukli itu
bukan barang dari recycle. Cukli
benar-benar hasil keahlian para perajin yang harus dihargai. Dikatakan Gus Hari,
komitmen Pemkot Mataram menjadikan cukli sebagai kerajinan khas Mataram, belum
sesuai dengan fakta di lapangan. Gus Hari menganggap Diskoperindag sebagai SKPD
teknis belum fokus memperhatikan masalah cukli. Salah satu indikasinya, di outlet Diskoperindag Kota Mataram nyaris
tidak ada hasil karya para perajin yang dipajang di sana.
Menggairahkan
kembali kerajinan cukli, Gus Hari mengatakan perlu ada terobosan dari
Diskoperindag. Misalnya, semua SKPD dalam penyediaan furniturenya harus menggunakan cukli. ‘’Bila perlu diperdakan,’’
cetusnya. Langkah ini diyakininya mampu mendongkrak kesejahteraan para perajin
cukli. Sebab kalau tidak dimulai dari internal Pemkot, bagaimana mungkin
berharap orang luar mau menggunakan cukli. (fit)
Komentar