Perlu Sinkronisasi Data Penduduk



MENJELANG Pilkada Kota Mataram, validitas data pemilih menjadi hal yang mutlak harus disiapkan oleh Dinas Dukcapil Kota Mataram. Namun pernyataan Ketua KPU Kota Mataram, HM. Ainul Asikin yang menyebutkan bahwa data jumlah penduduk di Mataram menurun dari 459.114 pada awal Bulan Juni menurun menjadi 408.900 pada akhir bulan yang sama, tidak sedikit menuai pro kontra.

Karena seiring perkembangan pesat di Mataram, jumlah pendudukpun diyakini meningkat. Untuk mengantisipasi simpang siurnya data jumlah penduduk, Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gede Sudiarta menyarankan agar dilakukan sinkronisasi data antara Dinas Dukcapil Kota Mataram dengan Dinas Dukcapil Kota Mataram. Ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (10/11), Sudiarta melihat kesan bertambahnya jumlah penduduk di daerah ini, karena mataram merupakan ibukota Provinsi NTB. Sehingga, sejumlah kegiatan mulai dari pendidikan dan pusat perbelanjaan terpusat di Mataram.

‘’Mungkin ini data dari BPS dan Dukcapil perlu dilakukan evaluasi terkait kesinkronan data penduduk Kota Mataram,’’ imbaunya. Menurut dia, selama ini memang tidak jarang terjadi selisih hasil perhitungan antara BPS dengan Dinas Dukcapil. Mengingat di Mataram banyak penduduk pendatang yang sifatnya tidak menetap. Seperti mahasiswa. Hal ini, lanjutnya, memang menjadi dilema bagi Mataram yang notabene ibukota provinsi. Untuk itulah, perlunya dilakukan sinkronisasi antar pihak terkait. (fit)

Komentar