Mohan: Tidak Ada Keinginan Mengecewakan Masyarakat
Mataram
(Suara NTB) –
Jadwal
Pilkada Kota Mataram, makin dekat. Namun demikian, pascaberubahnya aturan main
pemilihan kepala daerah, figur yang sebelumnya sempat muncul ke permukaan, kini
tak lagi ada gaungnya. Mohan Roliskana salah satunya. Figur yang
digadang-gadang Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh bakal
menjadi pendampingnya, ketika aturan Pilkada langsung memilih paket kepala
daerah dan wakil kepala daerah, kini terkesan sangat berhati-hati.
Ketika
Suara NTB Kamis (20/11) mengkonfirmasi
posisi Mohan dalam Pilkada Kota Mataram 2015 mendatang, Wakil Walikota Mataram
ini memberi jawaban yang multitafsir. ‘’Ya tentu tidak ada keinginan untuk
mengecewakan masyarakat,’’ jawabnya ketika ditanya soal harapan masyarakat pada
dirinya. Mungkin saja masyarakat, lanjutnya, selama ini melihat kinerja
pasangan AMAN (Ahyar Abduh-Mohan Roliskana) cukup bersinergi.
Kalaupun
ada keberhasilan, itu tidak terlepas dari harmonisasi dan kerja bersama antara
dirinya dengan Walikota. Mohan tidak menampik ada keinginan pihaknya tampil
pada Pilkada Kota Mataram kalau memang peluang yang ada cukup besar. ‘’Kita
akan melanjutkan lagi kalau misalnya peluang itu ada, saya kira itu lebih
baik,’’ imbuhnya.
Maksudnya,
lanjut Mohan, masyarakat sekarang melihat keberhasilan yang ada di Mataram
bukanlah keberhasilan personal, melainkan ada kerja kolektif yang didukung oleh
kebijakan-kebijakan Walikota. ‘’Kalau diberikan amanah, diberikan kesempatan ya
tentu saua akan mencoba untuk bisa memenuhi harapan mereka (masyarakat, red)
dengan cara masuk lagi besok, mengambil peluang dalam Pilkada yang akan
berjalan ini,’’ terangnya.
Namun
demikian, Mohan membantah akan tampil menjadi bakal calon Walikota. ‘’Peluang
itu artinya kalau dari segi aturan, undang-undang memungkinkan saya untuk
kembali mendampingi pak wali dalam hal ini, bukan saya bertarung untuk Mataram
1,’’ pungkasnya. Menurutnya, persepsi publik memang beragam, namun hal ini
kembali lagi pada pribadi masing-masing. Bagaimana memenuhi harapan masyarakat
tanpa memaksakan kehendak atau berdasarkan emosi.
Melainkan
harus melalui pertimbangan-pertimbangan yang realistis. Mohan menegaskan, tidak
berpikir terlalu jauh mengenai kemungkinan dirinya tak ‘’diambil’’ menjadi
Wakil Walikota lagi. ‘’Investasi kepercayaan, itu lebih penting buat saya,’’
tandas Mohan. (fit)
Komentar