Program Jangan Sia-sia



PENGAKUAN Kepala BP2KB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) Kota Mataram, Sutrisno yang mengklaim program menuju kota layak anak tahun 2018 mendatang sudah tertangani di SKPD-SKPD, mendapat kritikan dari Ketua Fraksi Keadilan, Misban Ratmaji, SE. Sebagai pihak yang ikut berangkat dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Kota Mataram periode 2009-2014 ke Kota Yogyakarta dan mempelajari masalah rumah pemulihan gizi yang rencananya akan diduplikasi di Ampenan Tengah yang notabene percontohan kelurahan layak anak, ia mengetahui bahwa rumah pemulihan gizi tidak kunjung ada di Kelurahan Ampenan Tengah.

‘’Jadi kami minta program itu betul-betul dijalankan dengan baik. Kalau ada masalah harus dicarikan solusinya,’’ ujar Misban kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram. seharusnya, lanjut politisi PKPI ini, program yang sudah dibangun dan distudi bandingkan dengan biaya yang cukup besar agar tidak mubazir akibat mandek di tengah jalan.

Menurut Misban, apa yang disampaikan Kepala BP2KB Kota Mataram harus paralel dengan pelaksanaan. ‘’Kita tidak ingin, pemberitaannya A, kondisinya B. kalau memang kondisnya B, maka B yang harus disampaikan,’’ imbuhnya. Nantinya kalau sudah dilaksanakan secara riil kemudian ada kendala di tengah jalan, maka perlu segera dicarikan solusi bersama.

Ia mengingatkan program apapun yang akan diluncurkan SKPD, semestinya dikaji terlebih dahulu. Karena program menuju kota layak anak sudah terlanjur diluncurkan oleh Pemkot Mataram, maka apapun risiko yang menyertai dalam pelaksanaannya tentu harus ditindaklanjuti secara bersama-sama. Misban menyarankan kepada eksekutif untuk menyampaikan kepada Dewan apa yang menjadi kendala sehingga rumah pemulihan gizi belum juga dibangun.

‘’Sekarang inikan kita tidak tahu masalahnya dimana, makanya perlu dibicarakan bersama,’’ pungkasnya. (fit)

Komentar