Rasionalkan Anggaran Pilkada



ANGGARAN Pilkada Kota Mataram 2015 yang diajukan KPU Kota Mataram, tidak berjalan sesuai harapan penyelenggara Pemilu itu. Dari awalnya KPU Kota Mataram mengajukan anggaran Pilkada Rp 21 miliar, lalu oleh Pemkot Mataram dikabulkan Rp 18 miliar untuk dua putaran, Selasa (25/11) kembali disesuaikan.

Anggaran Pilkada Rp 18 miliar yang diajukan Pemkot Mataram untuk mendanai Pilkada Kota Mataram, dikabulkan tidak seluruhnya. ‘’Jadi yang diusulkan oleh KPU untuk penyelenggaraan Pilkada Rp 21 miliar, tapi anggaran menyetujui berdasarkan rasionalisasi Rp 18 miliar lebih untuk dua putaran. Kaitan dengan fasilitas publik yang butuh support anggaran, bagi SKPD pendongkrak PAD, butuh juga anggaran. Untuk mendekatkan posisi belanja tidak langsung, semakin dekat, kita rasionalisasikan anggaran KPU ini,’’ terang anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., menjawab Suara NTB, Selasa (25/11).

Anggaran Pilkada Kota Mataram dirasionalisasikan menjadi Rp 10 – 11 miliar untuk satu putaran. Toh, lanjut politisi PAN ini, pelaksanaan Pilkada Kota Mataram putaran kedua akan dilaksanakan Bulan Desember mendatang. Sehingga berpeluang ditambah pada Bulan Juli 2015. ‘’Kan Pilkada Putaran pertama Bulan Agustus, sehingga bisa diketahui apakah ada putaran kedua atau tidak. Kalau ada, akan kita anggarkan di APBD perubahan,’’ ujar Suriadi.

Atau, lanjutnya, bisa juga dianggarkan pada APBD murni 2016. Karena putaran kedua dipandang belum jelas, ia berpandangan lebih baik dialihkan ke program yang lebih jelas. Antara lain untuk jalan lingkungan, sejumlah SKPD juga masih membutuhkan anggaran. Misalnya di Dispenda masih membutuhkan kendaraan operasional untuk jemput bola pajak.

Demikian pula Dinas Sosnakertrans terkait program mengurangi angka pengangguran dan juga di Dinas Dikpora Kota Mataram masih membutuhkan anggaran beasiswa untuk siswa miskin. ‘’Jadi banyak hal. Sementara kan putaran kedua Pilkada Kota Mataram kan belum jelas, apakah terjadi putaran kedua atau tidak,’’ imbuhnya. (fit)

Komentar