Reses Fuad Sofian Bamasaq



Masyarakat Melayu Tengah Dambakan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Gratis

Mataram (Suara NTB) –
Menjalani reses untuk pertama kali pascamenjadi anggota Dewan, tidak membuat anggota DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, SH., canggung. Ini terbukti ketika Abah Fuad, demikian ia biasa disapa, menggelar reses Senin (3/11) kemarin. Warga yang datangpun melebihi jumlah undangan.

Dari 100 orang yang diundang Abah Fuad, masyarakat yang memadati lokasi resesnya di salah satu rumah warga di Kampung Melayu Tengah mencapai 125 orang. Latar belakang sebagai mantan kepala lingkungan rupanya membuat Abah Fuad tetap mendapat tempat di hati masyarakat.

Masyarakatpun tidak sungkan-sungkan menyampaikan uneg-uneg dan aspirasinya kepada anggota Komisi I DPRD Kota Mataram ini. Ada tiga aspirasi masyarakat di Kampung Melayu Tengah. Pertama masyarakat mendambakan pendidikan gratis. Sebab, meskipun Pemkot Mataram telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun dengan konsekuensi pendidikan gratis bagi warga miskin, namun pada praktiknya kerap tidak sesuai harapan masyarakat.

Uneg-uneg itu disampaikan salah seorang ibu rumah tangga, konstituen Abah Fuad yang hadir dalam reses kemarin. Ia menuturkan, meski tercatat sebagai salah seorang pemegang kartu Jamkesmas, anaknya yang bersekolah di salah satu sekolah lanjutan tingkat atas masih diminta membayar SPP dan uang gedung. Kedua, masyarakat setempat mengharapkan adanya bantuan modal usaha dari Pemkot Mataram. Di Kampung Melayu Tengah banyak pedagang bakulan yang sangat membutuhkan uluran tangan Pemkot Mataram dari segi permodala.

Ketiga, masyarakat Kampung Melayu Tengah ingin mendapat layanan kesehatan gratis atau BPJS. Selama ini hanya pemegang kartu Jamkesmas dan Jamkesda yang dibekali kartu BPJS oleh Pemkot Mataram. Namun di luar itu sebetulnya masih banyak warga miskin yang tidak tercover. Hal ini mengindikasikan pelayanan kesehatan gratis belum tepat sasaran.

Sebagai representasi warga di DPRD Kota Mataram, Abah Fuad diharapkan betul-betul menjadi pemegang amanah. Warga berharap, politisi PDI Perjuangan ini tidak hanya duduk manis di belakang meja tetapi bisa berbuat untuk masyarakat. ‘’Saya akan perjuangankan aspirasi masyarakat sesuai aturan yang berlaku dan kemampuan saya,’’ terangnya.

Reses yang dibuka pukul 16.00 Wita di Kampung Melayu Tengah juga menghadirkan ustadz Husni Syawiah. Kebetulan reses hari ketiga itu bertepatan dengan hari asyura 10 Muraham. Selain di Kampung Melayu Tengah, pada hari Sabtu (1/11) Abah Fuad juga menggelar reses serupa di salah satu kampung di Ampenan Selatan yang dihadiri 87 warga. Sedangkan hari kedua, Minggu (2/11) reses berlangsung di Kampung Melayu Bangsal. Warga yang hadir sekitar 90 orang. ‘’Besok (Selasa, red) rencananya di Kampung Melayu Timur,’’ sebut Fuad. (fit)

Komentar