Reses Lalu Suriadi



Warga Minta PJU dan Tandon Air


Mataram (Suara NTB) –
Reses anggota DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., di Lingkungan Marong Pekarangan, Kelurahan Karang Baru, Minggu (2/11) dipadati konstituennya. Dari 200 warga yang diundang, yang hadir pada reses kemarin mencapai 280 orang. Tingginya animo masyarakat menghadiri reses yang digelar di rumah salah seorang warga itu, cukup menggambarkan kedekatan politisi PAN ini dengan masyarakat di daerah pemilihan Selaparang.

 Membuka reses yang dihadiri warga dari berbagai kalangan itu, Suriadi menegaskan kehadirannya di tengah masyarakat dalam kegiatan reses, ingin menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang telah menghantarkannya duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Mataram. Dalam kesempatan itu, Suriadi meminta masyarakat untuk tidak memaknai reses sebagai kegiatan Dewan bawa uang. ‘’Sebab, masyarakat sering salah menafsirkan reses itu. Kalau kita datang dianggap bawa uang. Padahal tidak, kita datang ingin menyerap aspirasi mereka,’’ terang Suriadi yang ditemui di sela-sela reses.

Ketika sesi dialog dimulai, begitu banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Sedikitnya ada tujuh aspirasi yang bergulir pada kegiatan reses anggota Dewan yang duduk di Komisi IV ini. Tujuh aspirasi itu, pertama terkait jalan lingkungan yang rusak. Warga minta jalan lingkungan di sana dihotmix. Kedua, warga mengeluhkan tersumbatnya drainase yang melintasi lingkungan mereka. Mereka khawatir hal itu akan berdampak buruk saat tibanya musim hujan. Ia meminta Suriadi mengkomunikasikan hal ini dengan pihak kelurahan dan kecamatan.

Ketiga, masyarakat juga mengeluhkan kondisi Jalan Udayana yang terkesan makin sempit akibat parkir kendaraan di badan jalan. Keempat, masyarakat meminta adanya penerangan jalan umum yang memadai. Keempat, pembentukan kelompok-kelompok krame adat di lingkungan setempat belum ada realisasinya.

Kelima, aspirasi mewakili kalangan muda yang mulai resah dengan perilaku muda-mudi di Udayana dan jalan baru yang merupakan terusan jalan Bung Hatta. Hal itu diperparah dengan nihilnya penerangan. Masyarakat yang hadir di acara reses itu sampai menyebut kedua ruas jalan itu sebagai jalan remang-remang. Keenam, masyarakat menyoroti sampah yang mengganggu wajah kedua lingkungan itu. Pasalnya, tidak hanya warga setempat, sampah diduga juga dibuang oleh warga dari luar Mataram. Dan yang ketujuh, masyarakat meminta bantuan tandon air untuk keperluan sehari-hari, sebab rata-rata sumur warga sudah mengering sementara air dari PDAM tidak terlalu bisa diandalkan.

Menjawab aspirasi masyarakat, Suriadi berjanji, dirinya akan menyampaikannya ke pemerintah untuk ditindaklanjuti. (fit)

Komentar