Jika
Tak Capai Target, Direktur RSUD Kota Mataram Siap Mundur
Mataram
(Suara NTB) -
Pasca
menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang
mampu disetor RSUD Kota Mataram meningkat signifikan. Dari target Rp 23 miliar
pada tahun 2014 sudah tercapai Rp 40 miliar. Bahkan, pada tahun 2015 nanti rumah
sakit tipe B ini sanggup menyetor PAD sebesar Rp 75 miliar.
Angka
ini naik 300 persen lebih dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, menurut Ketua
Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini dalam rapat gabungan Komisi, Sabtu (22/11)
Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL. Herman Mahaputra siap mundur dari jabatannya
sebagai Direktur RSUD Kota Mataram kalau target itu tidak terpenuhi.
Namun
demikian, untuk menunjang kinerjanya, RSUD Kota Mataram meminta sarana
prasarana dilengkapi. Adapun permintaan dari pihak RSUD Kota Mataram adalah
menambah lima ruang operasi. Pembangunan lima ruang operasi, lanjutnya,
membutuhkan anggaran sekitar Rp 8 miliar. Selain ruang operasi, RSUD Kota
Mataram juga meminta pengadaan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik
yang terjadi sewaktu-waktu serta pembangunan lift untuk membantu pasien lanjut
usia.
Kendati
demikian, Komisi II mengingatkan kepada RSUD Kota Mataram bahwa rumah sakit
plat merah itu bukanlah lembaga nirlaba. Sehingga, RSUD Kota Mataram diharapkan
jangan hanya mengejar PAD, tapi juga harus mengedepankan pelayanan. Untuk itu,
dalam rapat gabungan tersebut Zaini menyarankan supaya pembangunan ruang
operasi, lift dan pengadaan genset agar dewan menganggarkannya. ''Apa salahnya
kita anggarkan Rp 8 miliar, tapi dia mampu menghasilkan Rp 75 miliar,''
tandasnya. (fit)
Komentar