Sekda Disemprit Dewan



Jelang Pilkada, Birokrasi Jangan Ikut Campur


Mataram Suara NTB –
Raker DPRD Kota Mataram bersama KPU Kota Mataram dan eksekutif, Sabtu (8/11) diwarnai sejumlah kritik dari anggota DPRD Kota Mataram seputar DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan dugaan keterlibatan birokrasi saat pesta demokrasi Pilkada. Bahkan, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said yang mewakili eksekutif saat itu disemprit.

Orang nomor satu di jajaran PNS lingkup Pemkot Mataram itu diingatkan agar mengawasi bawahannya mulai dari Camat, Lurah dan staf agar tidak ikut campur dalam masalah politik. Terutama menjelang Pilkada Kota Mataram. Karena dari pengalaman pada Pilkada 2010 lalu, menurut anggota Fraksi PDI P DPRD Kota Mataram, I Wayan Wardana, Camat dan Lurah diduga sering terlibat menjadi tim sukses calon tertentu.

‘’Siapa yang mau menjadi walikota benar-benar pilihan rakyat bukan diarahkan oleh Camat dan Lurah,’’ ujarnya geram. Anggota Fraksi Gerakan Nurani Bangsa, Akhmad Azhary Ma’ruf berharap sekda sebagai ‘’bos’’ birokrasi di Pemkot Mataram mampu melaksanakan pengawasan maksimal terhadap bawahannya. Sebab, setiap perhelatan Pilkada, birokrasi ditengarai kerap ikut campur.

Aktivitas oknum Camat dan Lurah yang diduga berperan menjadi tim sukses calon tertentu dinilai sangat meresahkan. Sehingga, pertarungan merebut kursi Mataram 1 menjadi tidak fair.

Terkait Pilkada, sejumlah anggota Dewan menyoroti validasi data pemilih. Apalagi setelah ketua KPU Kota Mataram, HM. Ainul Asikin menyebutkan bahwa berdasarkan data yang diterima dari Dinas Dukcapil Kota Mataram, jumlah penduduk Kota Mataram berkurang yang berdampak pula pada menyusutnya jumlah pemilih. Pernyataan Ketua KPU Kota Mataram itu sontak menuai reaksi. Anggota Fraksi Gerakan Nurani Bangsa, Syamsul Bahri, SH mempertanyakan, apa yang menjadi parameter sehingga jumlah penduduk dan pemilih berkurang.

Padahal, kata Syamsul, siswa yang baru saja menamatkan SMA, rata-rata sudah menjadi wajib pilih.

Menanggapi hal itu, Sekda Kota Mataram, Makmur Said hanya bisa minta maaf. Meskipun ia juga mengaku menjatuhkan sanksi teguran terhadap oknum pegawai yang terlibat dalam politik praktis. ‘’Saya minta maaf kalau memang bapak-bapak merasakan itu (oknum Camat dan Lurah, red) jadi tim sukses di lapangan,’’ demikian Makmur Said.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram, HM. Ainul Asikin, berkurangnya pemilih karena banyak penduduk yang mutasi atau pindah ke luar daerah. Ia menyebutkan, data hasil konsolidasi awal bulan juni 2014 jumlah penduduk di Mataram mencapai 459.114 jiwa dan jumlah pemilih sekitar 330 ribu jiwa. Sedangkan hasil konsolidasi akhir juli jumlah penduduk menyusut menjadi 408.900 jiwa dengan jumlah pemilih sekitar 300 ribu jiwa.

Namun demikian data tersebut juga belum final karena pihak Dukcapil Kota Mataram, katanya, masih akan melakukan rapat konsolidasi data potensial. (fit)

Komentar