SP Minta Komitmen DPRD Kawal Kepentingan Perempuan di Parlemen



KOMITMEN - Perwakilan SP Mataram menyerahkan form komitmen DPRD untuk mengawal kepentingan perempuan di parlemen kepada Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gede Sudiarta. (Suara NTB/fit)


Mataram (Suara NTB) –
SP (Solidaritas Perempuan) Mataram, Kamis (13/11) melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD Kota Mataram. Kedatangan SP dibawah pimpinan Baiq Zulhiatina meminta komitmen DPRD mengawal kepentingan perempuan di parlemen. Sayangnya, form komitmen DPRD yang diserahkan SP kepada Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gede Sudiarta tidak bisa langsung ditandatangani.

Zulhiatina yang ditemui Suara NTB usai audiensi mengaku agak kecewa karena form komitmen DPRD tak langsung diteken para wakil rakyat tersebut. Namun demikian, ia dapat memahami hal ini, karena komitmen yang diambil secara institusi tentu membutuhkan persetujuan dari pimpinan DPRD Kota Mataram.

Adapun 12 komitmen DPRD yang diminta SP terkait bidang keseharan, pendidikan, ekonomi, gender, KDRT, Lingkungan, akses perempuan terhadap air bersih, buruh perempuan, kependudukan dan kewarganegaraan, pangan, eksploitasi anak jalanan serta perlindungan buruh migran perempuan dan anggota keluarga.

Menurut Zulhiatina, apa yang disampaikan SP merupakan persoalan riil yang terjadi di masyarakat. Hal itu harus mendapat perhatian. ‘’Kalau kita ingin komitmen itu untuk memastikan bahwa kebutuhan perempuan terakomodir dalam kebijakan baik di eksekutif maupun legislatif,’’ terangnya. Ia berharap dalam program pembangunan di Kota Mataram harus lebih banyak melibatkan perempuan-perempuan yang ada di komunitas.

Untuk itu, SP berharap ada ruang khusus untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait kepentingan masyarakt yang perlu diakomodir di dalam program berikutnya. Sekaligus memastikan bahwa program tersebut memang sesuai dengan kebutuhan perempuan. Ia tidak menampik aspirasi memang bisa disampaikan melalui jalur MPBM, kendati begitu, SP merasa lebih berarti manakala bisa langsung bertemu wakil rakyat. Yang jelas, banyak persoalan-persoalan yang belum terakomodir karena memang informasinya tidak sampai ke bawah. Misalnya, seperti BPJS, pendidikan gratis.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I, I Gede Sudiarta mengaku, 12 komitmen yang disodorkan SP Mataram bukan ranah pihaknya untuk mengambil keputusan. ‘’Itu adalah ranah anggota DPRD bersama eksekutif,’’ cetusnya. Form komitmen itu sudah diserahkan kepada pimpinan. Nantinya pimpinan yang akan memplenokan atau menindaklanjuti. (fit)

Komentar