Tolak Moratorium CPNS



KEBIJAKAN pemerintahan Jokowi-JK yang bakal memberlakukan moratorium CPNS banyak ditentang di daerah. Di Kota Mataram misalnya, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep terang-terangan menolak moratorium itu.

Ditemui Suara NTB usai menghadiri rapim di DPRD Kota Mataram, Muhir mengatakan, kebutuhan CPNS di Mataram sudah jelas. ‘’Setiap bulan, setiap tahun pasti ada yang pensiun,’’ ujarnya. Hal itulah yang harus di lihat oleh pemerintah pusat sebelum memberlakukan moratorium itu. Moratorium CPNS itu, diyakini akan menjadi masalah tersendiri di tengah masyarakat.

Karena masyarakat, lanjut Muhir, setiap tahun selalu menggantungkan harapan untuk bisa mengikuti tes CPNS. ‘’Ini yang harus dipikirkan dengan baik. Mendagri saja masih menolak moratorium itu. Karena masih harus melihat kondisi daerah masing-masing,’’ terangnya. Menurutnya, Pemerintah pusat tidak boleh memangkas habis kesempatan merekrut CPNS.

Disinilah, lanjut Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, pemerintah harus berpikir cerdas dan berpikir cermat. Karena, masyarakat berlomba-lomba mengejar pendidikan karena memang salah satu tujuannya ingin membuktikan kemampuannya melalui CPNS. ‘’Itu harapan dari masyarakat,’’ cetusnya.

Kalau moratorium CPNS benar-benar dilaksanakan, kata Muhir pemerintahan bisa mundur. ‘’Karena apa? Tenaga baru ini kan tidak sama kemampuannya dengan yang lama,’’ imbuhnya. Logikanya, perubahan teknologi, pendidikan bisa terjadi setiap detik. Muhir berharap moratorium itu tidak terjadi karena masih banyak masyarakat yang ketergantungan terhadap CPNS.

Muhir menegaskan, CPNS bukan persoalan banyak atau sedikit. ‘’PNS itu harapan. Harapan adalah orang berkeinginan menjadi PNS. Walaupun sedikit tapi harus ada,’’ demikian Muhir. Terhadap keinginan supaya menghentikan rencana moratorium itu, Muhir berujar akan memperjuangan hal itu dengan semua anggota DPRD Kota Mataram. (fit)

Komentar