Anggaran
Dinas Kebersihan Dipangkas
Mataram
(Suara NTB) –
Kebersihan
di Kota Mataram nampaknya belum menjadi prioritas. Ini terbukti dengan anggaran
Dinas Kebersihan tahun 2015 yang dipangkas oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah
Daerah). Padahal, kondisi konkret, volume sampah menunjukkan trend peningkatan.
Kepala
Dinas Kebersihan Kota Mataram, Ir. Dedi Supriyadi didampingi Sekretaris dan
beberapa kepala bidang dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Mataram,
Rabu (19/11) menyampaikan, dari anggaran Rp 25 miliar yang diajukan Dinas
Kebersihan, TAPD hanya memberi pagu anggaran Rp 17 miliar. Angka ini lebih
kecil dari pagu anggaran tahun 2014 yang tercatat sekitar Rp 18 miliar.
Kecilnya
‘’kue’’ anggaran yang didapat Dinas Kebersihan akan berpengaruh signifikan
terhadap kinerja Dinas Kebersihan. Pasalnya, dengan anggaran Rp 18 miliar pada
tahun 2014 saja, tidak semua sampah bisa terangkut. ‘’Yang terangkut sampai ke
TPA hanya 65 persen,’’ sebutnya. Apalagi dengan anggaran Rp 17 miliar. Dari
perhitungan Dinas Kebersihan Kota Mataram, perkiraan volume sampah yang bakal
dihasilkan tahun 2015 mendatang mencapai 1.356 kubik atau 400 ton per hari.
Dengan
jumlah armada pengangkutan sampah yakni 19 truk dan 18 amrol, kinerja Dinas
Kebersihan, aku mantan Kepala Satpol PP Kota Mataram ini, kurang maksimal.
Apalagi, dari 19 dump truk itu, tidak sedikit dalam kondisi ‘’hidup segan mati
tak mau’’. Dengan anggaran yang ada, alokasi untuk pengadaan dump truk,
katanya, hanya tiga unit. Ia berharap Komisi III bisa memperjuangankan supaya
minimal pengadaan dump truk sama seperti tahun lalu, yakni enam unit.
Beberapa
anggota Komisi III dalam kesempatan itu mencecar Dinas Kebersihan dengan
sejumlah pertanyaan seputar program Dinas Kebersihan dalam penanganan sampah.
Sekretaris Komisi III Ismul Hidayat misalnya. Politisi PKS ini berpandangan
Dinas Kebersihan tidak serius, karena hanya menganggarkan Rp 97 juta untuk
peningkatan peran serta masyarakat. Zaitun mempertanyakan kemana uang
kebersihan yang penarikannya dititip lewat rekening PDAM. Diakhir pertemuan
yang dipimpin Ketua Komisi III I Gede Wiska, SPt., disepakati menyampaikan
penambahan anggaran untuk pembelian enam unit dump truk saat pembahasan bersama
gabungan komisi. (fit)
Komentar