Waktu Tersisa 40 Hari



Sejumlah Retribusi dan Pajak Terancam Tak Capai Target


Mataram (Suara NTB) –
Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., meminta Sekda Kota Mataram melakukan evaluasi dan koorninasi yang intens dengan SKPD lingkup Pemkot Mataram. Ini mengingat masa efektif kerja di tahun 2014 efektif tersisa 40 hari lagi. Dari sejumlah item PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bersumber dari retribusi dan pajak, ada yang terancam tidak mencapai target.

Didi Sumardi dalam keterangannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/11) kemarin, menyampaikan, sangat berharap dalam waktu yang tersisa eksekutif bisa mengejar target sesuai program masing-masing SKPD di tahun 2014. ‘’Penekanannya bagaimana meningkatkan retribusi,’’ cetusnya. Sebab, capaian dalam semester I dianggap masih belum proporsional.

Sehingga, kalau capaian yang sama juga terjadi pada semester II, dikhawatirkan target tidak akan tercapai. Karenanya, Sekda diminta melakukan evaluasi terhadap SKPD terkait. ‘’Ekspektasi Dewan, bagaimana target itu bisa melampaui 100 persen,’’ demikian Didi Sumardi. Ada dua jenis retribusi yang capaiannya masih rendah, yakni retribusi parkir tepi jalan umum dan retribusi pasar.

Demikian pula sektor pajak, sama pentingnya. Sektor pajak dinilai lebih menggembirakan, lebih potensial dan sistem yang terbangun juga lebih bagus. Politisi Golkar ini menyatakan, yang masih mengkhawatirkan adalah capaian pajak reklame. ‘’Dalam arti, tidak akan mencapai target,’’ sebutnya. Untuk itu, SKPD diharapkan memanfaatkan sisa waktu yang ada.

Sekda diharapkan segera mengambil langkah progresif. Kalau memang ada SKPD yang tidak mencapai target, perlu dilakukan evaluasi. Didi Sumardi mengaku, pihaknya sudah berbicara kepada Sekda, bagaimana memperbarui sistem secara terus menerus, sehingga potensi yang ada bisa tergarap maksimal. Misalnya, bagaimana menerapkan sistem online untuk pajak, perizinan dan penanaman modal.

Terbangunnya pelayanan berbasis IT diyakini mampu memberikan pelayanan cepat, mudah dan murah kepada masyarakat. Ia meminta kepada jajaran Pemkot Mataram untuk membangun kultur birokrasi yang melayani. ‘’Yang bisa membuat orang nyaman dan puas mendapat pelayanan,’’ pungkas Didi Sumardi. (fit)

Komentar