Peringatan HUT ke-8 Hanura Momentum Berbagi dengan Sesama
Mataram
(Suara NTB) –
peringatan
HUT Partai Hanura ke-8 di DPD Partai Hanura Provinsi NTB, Rabu (24/12) sore
berlangsung sederhana. Meski demikian, peringatan HUT Partai Hanura ke-8 yang
dihadiri jajaran pengurus Hanura di tingkat DPC terasa sangat meriah.
Peringatan HUT partai besutan H. Wiranto ini menjadi momentum berbagi dengan
sesama.
Dalam
kesempatan itu, Hanura memberi santunan kepada 60 anak yatim. Selain itu Hanura
juga memberikan bantuan 500 eksemplar buku bacaan kepada empat taman bacaan.
Masing-masing Taman Bacaan Mujahidin, Taman Bacaan Nurul Jannah, Taman Bacaan
Bintaro dan Taman Bacaan Pejeruk. Ketua DPD Partai Hanura NTB, Ir. Mudahan Hazdie,
MSi membacakan pidato ketua umum partai hanura Dr. H. Wiranto, SH., MM yang
intinya mengajak kader terus berjuang bersama sampai suatu saat hati nurani
telah hadir ke dalam kehidupan bangsa indonesia, terutama para pemimpinnya.
''Kita
wajib bersyukur bahwa perjuangan partai kita sampai saat ini telah meloloskan
sekitar 1.250 kader kita mendapatkan kepercayaan rakyat duduk di DPR dan DPRD seluruh
nusantara. Kita juga telah mengantarkan dua putra terbaik partai sebagai
menteri kabinet kerja dan mudah-mudahan banyak kader lainnya akan menyusul
duduk dalam lembaga pemerintahan,'' terangnya.
Ditambahkan
Mudahan, Hanura ingin membangun kebersamaan dan kekompakan untuk perjuangan ke
depan. ''Tanpa itu kita tidak mungkin berhasil,'' cetusnya. Dalam momen HUT
Hanura ke 8, DPP mengimbau supaya menerapkan pola hidup sederhana dengan cara
melaksanakan kegiatan yang sederhana tapi menyentuh kepentingan rakyat.
Bahkan,
rangkaian HUT Hanura diharapkan ada kegiatan-kegiatan seperti bhakti sosial,
santunan-santunan kepada fakir miskin dan anak yatim. ‘’Insya Allah tiap tahun
kita berikan santunan kepada anak yatim, kepada orang-orang yang tidak mampu
tiap peringatan HUT Hanura,’’ demikian Mudahan.
Pemberian
bantuan buku bacaan, selain sebagai bentuk kepedulian Hanura kepada masyarakat
kurang mampu, juga berkaitan dengan gerakan revolusi mental. ‘’Supaya ada
perubahan. Makanya kita berikan buku supaya ada perubahan yang signifikan di
tingkat masyarakat,’’ imbuhnya. (fit)
Komentar