Harus Ada Pengelola Taman



KOMISI III mengapresiasi langkah Pemkot Mataram yang akan menjadikan taman hiburan Loang Baloq menjadi ruang publik dengan membangun taman di sana. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt kepada Suara NTB usai mengikuti rapat Pansus Aset Daerah di DPRD Kota Mataram, Jumat (12/12) mengaku, rencana Pemkot Mataram menjadikan THR Loang Baloq menjadi ruang publik dinilai cukup baik, pasca pemutusan kontrak dengan PT. MMS (Mas Murni Sejahtera) yang sedianya bakal membangun hotel Mataram Sunset Beach di lokasi tersebut.

‘’Bagus juga dalam rangka mengejar RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang 30 persen itu,’’ ujarnya. Namun Pemkot Mataram, kata Wiska, harus berpikir kreatif. Artinya, pembangunan taman harus dibarengi dengan perawatan. Selama ini, tidak sedikit pembangunan taman yang terkesan dibangun begitu saja tanpa perawatan yang jelas.

Dengan areal THR Loang Baloq yang cukup luas, tidak hanya taman, Pemkot Mataram juga bisa sekaligus melengkapi THR Loang Baloq dengan fasilitas bermain anak-anak. Hal ini sejalan dengan program Mataram menuju Kota Layak Anak 2018 mendatang. Demikian pula dengan fasilitas bermain anak-anak, juga harus ada anggaran perawatannya. Sehingga, ketika fasilitas bermain anak-anak ada yang rusak, bisa segera tertanggulangi.

Baik perawatan taman maupun fasilitas pendukung lainnya, seyogiyanya tidak lagi membebani APBD Kota Mataram, seperti yang selama ini terjadi. Dinas Pertamanan secara rutin menganggarkan pemeliharaan taman-taman yang ada di Kota Mataram dalam usulan anggaran yang diminta saat pembahasan RAPBD. Untuk itu, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, harus ditunjuk pengelola taman tersebut.

Polanya, apakah ditunjuk satu pengelola untuk semua taman se-Kota Mataram ataukah, pengelola untuk masing-masing taman. Pengelola nantiya bisa saja memungut pas masuk ataupun jasa parkir. Menurut Wiska, masyarakat tidak akan keberatan jika harus membayar pas masuk masupun jasa parkir, sepanjang taman yang mereka kunjungi menjanjikan keindahan dan kenyamanan.

‘’Jangan hanya dibuat begitu saja tanpa ada perawatan. Jadi harus ada yang bertanggung jawab,’’ cetusnya. Anggaran itu bisa dikembalikan untuk perawatan taman itu sendiri. (fit)

Komentar