MESKI
sempat menjadi ''korban'' pemangkasan anggaran oleh TAPD (Tim Anggaran
Pemerintah Daerah), Kantor Pemadam Kebakaran, tidak serta merta kehilangan
semua programnya di tahun 2015 mendatang. Pengadaan APAR (Alat Pemadam Api
Ringan) di Kantor Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang sempat dicoret TAPD,
diminta untuk tetap diadakan di lingkungan-lingkungan.
Demikian
ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, skep menjawab Suara NTB di Mataram. Dikatakannya, komisi IV menekankan kepada TAPD
untuk Kantor Pemadam Kebakaran, pengadaan APAR di lingkungan-lingkungan, harus
menjadi prioritas. Karena, lanjut Muhir, Mataram dengan tingkat kepadatan
penduduk yang semakin tinggi, tidak hanya dihadapkan pada ancaman bencana alam
seperti banjir dan gempa bumi, tapi juga bencana kebakaran. APAR, katanya,
menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana kebakaran. ''Di Lingkungan-lingkungan
5-10 detik itulah apar ini berfungsi, sebelum datangnya alat bantu lainnya
untuk membantu memadamkan kebakaran,'' terangnya.
Komisi
IV, aku Muhir, mengapresiasi program pengadaan apar oleh Kantor Pemadam
Kebakaran sebagai upaya mencegah kebakaran. Politisi Golkar ini menyebutkan,
200 APAR sudah dibagikan untuk tahun 2014 ini. Jumlah tersebut jelas masih
kurang karena setiap kecamatan membutuhkan 100 APAR. Artinya, Kota Mataram masih
kekurangan 400 APAR.
Rencananya,
tahun 2015 mendatang, jumlah APAR akan ditambah 100 unit. Muhir mengatakan,
dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk mengcover kebutuhan per 100 unit APAR
di Mataram. ''Saya sudah minta sama pak sekda supaya diprioritaskan pengadaan APAR,''
ucapnya. Ia berharap, nantinya semua kecamatan di Mataram sudah dilengkapi APAR.
Tidak hanya itu, komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini juga meminta
TAPD menyisihkan anggaran pembangunan pos unit di tiap kecamatan untuk menekan
waktu penanganan kebakaran.
Pembangunan
pos unit diusulkan di Kecamatan Ampenan dan Cakranegara. ''Kita minta pemadam
kebakaran dilengkapi dengan mobil kecil yang bisa masuk ke
lingkungan-lingkungan,'' demikian muhir. Dengan sarana yang lengkap, jika
sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran, bisa diminimalisir. (fit)
Komentar