KEINGINAN
Pemkot Mataram kembali melakukan pinjaman daerah, mendapat banyak tanggapan
dari kalangan DPRD Kota Mataram. Salah satunya anggota Komisi III DPRD Kota
Mataram, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd. Dalam rapat pleno DPRD Kota Mataram yang
diantaranya membahas soal usulan Pemkot Mataram yang hendak mengajukan pinjaman
daerah sebesar Rp 10 miliar kepada Bank NTB, Kamis (18/12) politisi PPP ini
angkat bicara.
Mengenai
pinjaman daerah, menurut dia harus diketahui terlebih dahulu sebab-sebabnya.
Karena seperti diketahui, pada periode Dewan sebelumnya, Pemkot Mataram telah
mengajukan pinjaman daerah ke PIP sebesar Rp 60 miliar. Begitu pentingnya
pinjaman daerah di PIP kala itu, sampai-sampai Dewan membentuk Pansus PIP.
‘’Kebetulan waktu itu saya sendiri ketua Pansusnya,’’ aku Husni.
Pansus,
lanjutnya tetap menekankan kepada eksekutif untuk tetap menjalin komunikasi
dengan PIP. Seperti diakui eksekutif, pinjaman daerah di PIP memang telah
gagal. Namun, penyebab kegagalan pinjaman itu, Dewan belum mengetahuinya secara
detail. ‘’Kenapa di PIP dihentikan? Apakah dihentikan sepihak atau PIP memang
tidak memberikan. Kita (Dewan, red) ingin mengetahui kronologis di PIP ini,
dimana sumbatannya,’’ terang Husni.
Sebab,
menurutnya, daerah-daerah lain justru banyak ditawarkan untuk meminjam di PIP. Sehingga,
kalau sekarang Pemkot Mataram memang ingin melakukan pinjaman di Bank NTB untuk
kepentingan yang sama, Dewan pada posisi mendukung hal itu. ‘’Yang penting
tahun 2015 masyarakat ingin jalan-jalan lingkungan bisa tuntas,’’ terangnya.
Namun
demikian, Husni mengingatkan, perbaikan jalan rusak jangan hanya di depan rumah
pejabat saja, tetapi harus menyeluruh. (fit)
Komentar