Kejar WTP



DPRD Kota Mataram Kembali Bentuk Pansus Aset

Mataram (Suara NTB) –
DPRD Kota Mataram memutuskan kembali membentuk Pansus Aset. Pansus Aset ini sebetulnya pansus kedua, setelah sebelumnya pada periode 2009-2014 Dewan juga pernah membentuk pansus aset. ‘’Pansus Aset yang sekarang tuganya lebih luas lagi,’’ aku Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., saat dikonfirmasi Suara NTB usai memimpin paripurna, Rabu (10/12).

Pembentukan Pansus Aset ditekankan untuk menginventarisasi aset dari aspek kuantitatif. Sekarang, lanjut Didi Sumardi, selain menginventarisasi aset, Pansus juga harus mencermati seperti apa tata kelolanya. ‘’Juga berbicara masala aset secara kualitatif,’’ tambahnya. Nantinya Pansus akan melakukan evaluasi terhadap aset-aset Kota Mataram.

‘’Mana aset yang masih punya nilai dari aspek kemanfaatan secara produktif dan mana aset yang sudah tidak punya nilai produktif,’’ terangnya. Evaluasi ini diharapkan menjamin keakuratan data aset dan mempengaruhi nilai secara normal. Nantinya, terhadap aset yang sudah tidak memiliki nilai secara produktif, dalam rangka menciptakan efisiensi pengelolaan aset, dimungkinkan untuk dihapuskan.

‘’Ini yang akan dicermati oleh Pansus,’’ cetusnya. Lagipula, dari konfirmasi BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), memang banyak aset yang sudah tidak layak, namun masih tercatat dalam neraca. Seperti meja yang sudah hancur, sepeda motor rusak dan ada barang yang tidak berwujud.

Langkah ini, kata Didi Sumardi, sejalan dengan rekomendasi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) agar menghapus barang yang sudah tidak memiliki nilai. ‘’Secara kuantitatif barang itu masih terdaftar tapi tidak punya manfaat apa-apa, daripada disimpan di gudang, lebih baik dihapuskan,’’ tandasnya.

Ia berharap langkah ini mampu menghantarkan Kota Mataram mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) pada tahun mendatang. Karena sejauh ini Kota Mataram masih saja mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Salah satu yang menjadi sandungan Kota Mataram mendapat opini WTP adalah persoalan aset. (fit)

Komentar