Pengadaan Kendaraan Operasional Ditolak TAPD


Kabid Trantibum Satpol PP Umbar Kekecewaan di Facebook



 

Mataram (Suara NTB) –
Kekecewaan Satpol PP Kota Mataram telah mencapai klimaksnya. Kabid Trantibum pada Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati bahkan mengumbar kekecewaannya terhadap TAPD Kota Mataram di sosial media facebook.

Pada sebuah status yang diupload Minggu (7/12) pukul 10.21 Wita, Bayu demikian ia biasa disapa, mengungkapkan permintaan Satpol PP agar diberikan kendaraan operasional, tidak diakomodir oleh TAPD. Sebaliknya, instansi lain justru diberikan bantuan. Status yang dibuat oleh akun Bayu Pancapati itu langsung mengundang 39 komentar dan 17 like.

Bayu yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (8/12), mengakui status yang dibuatnya itu sebagai bentuk kekecewaan dirinya berikut Satpol PP Kota Mataram terhadap keputusan TAPD yang tidak mengabulkan satupun usulan pengadaan kendaraan operasional. Dikatakan Bayu, Satpol PP sebetulnya sudah melobi anggaran di pusat sejak tahun 2012 lalu. Pemerintah pusat menjanjikan bantuan akan diberikan akhir tahun 2014.

‘’Awal November diinfokan bahwa Mataram menjadi salah satu daerah yang mendapat DAK (Dana Alokasi Khusus). Dan Kasat saya berangkat ke Jakarta untuk mengambil juklak dan juknisnya,’’ terangnya. Dalam penjelasan pemerintah pusat, dana DAK itu diperuntukkan untuk pembangunan kantor bagi yang belum memiliki kantor, rehab kantor dan pembelian perlengkapan pasukan.

Saat Satpol PP mengajukan usulan untuk pengadaan kendaraan operasional, lanjut Bayu, langsung ditolak mentah-mentah oleh TAPD. TAPD tetap ngotot bahwa dana DAK Rp 2,1 miliar itu akan dipergunakan untuk membangun Kantor Satpol PP Kota Mataram di Lingkar Selatan. Padahal, Kantor Satpol PP Kota Mataram yang ada saat ini masih bagus. ‘’TAPD bilang nanti eks Kantor Satpol PP  Kota Mataram akan digunakan untuk SKPD lain,’’ ujarnya kecewa.

Ironisnya, untuk menjaga kondisivitas daerah dengan enam kecamatan dan 50 kelurahan ini, Satpol PP Kota Mataram hanya punya satu kendaraan operasional roda empat untuk mengangkut anggota saat patroli. ‘’Itupun pernah lepas rodanya di lingkar selatan,’’ imbuhnya. Bayu yang cukup vokal menyuarakan kepentingan SKPD tempatnya bekerja agar mendapat fasilitas yang memadai tidak jarang harus dibayar mahal.

Dirinya, aku Bayu kerap mendapat ancaman dari oknum TAPD akan dimutasi kalau masih mengkritik kebijakan pembagian ‘’kue’’ anggaran. ‘’Saya sudah biasa diancam-ancam seperti itu,’’ akunya. (fit)

Komentar