SKPD Dinilai Belum Terbiasa dengan Percepatan
Mataram
(Suara NTB) –
Beberapa
proyek pembangunan fisik di Kota Mataram hampir dapat dipastikan tidak selesai
sampai penghujung Bulan Desember 2014 ini. DPRD Kota Mataram pun punya
penilaian tersendiri terhadap mitranya itu.
Ketua
DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., saat ditemui di kantornya Sabtu (6/12)
menyebut hal itu sudah biasa terjadi di kalangan eksekutif. ‘’Tradisi’’ kerja
lamban itu cukup mengganggu. ‘’Kami belum lakukan evaluasi. Mungkin dalam waktu
dekan kami akan rapat dengan eksekutif,’’ akunya. Dikatakannya, tidak
selesainya sejumlah proyek di Mataram, kondisnya bervariasi.
Dewan,
lanjut Didi tetap mendorong bagaimana pola yang memungkinkan, sehingga antara
program dan target bisa tercapai. ‘’Pendekatanya harus waktu. Makanya perlu
diformat per triwulan,’’ cetusnya. Langkah ini diyakini bisa menormalkan
tingkat serapan, termasuk menyeimbangkan waktu.
Didi
berpendapat, terulangnya kejadian beberapa proyek tidak selesai pada tahun
anggaran yang bersangkutan, karena memang SKPD belum terbiasa dengan langkah
percepatan. Untuk itu, dibutuhkan daya inovasi yang lebih progresif. ‘’Mau
tidak mau harus disesuaikan dengan tuntutan zaman,’’ ujarnya.
TAPD,
menurut Didi, harus memetakan program pembangunan dengan pendekatan waktu.
‘’Ini hanya kebiasaan saja. Di awal tidak perlu cepat-cepat, toh waktunya masih
lama. Saya menduga seperti itu,’’ katanya. Konsekuensi dari keterlambatan itu
jelas berpengaruh kepada progres tiap SKPD. Seharusnya sudah dipetakan langkah
apa saja yang akan dilakukan per triwulan. Sebab, kalau dikerjakan secara
buru-buru tentu akan mengurangi kualitas. (fit)
Komentar