Dewan
Dorong Pemkot Pinjam Lebih dari Rp 10 Miliar
Mataram
(Suara NTB) –
Rencana
pinjaman daerah yang diajukan Pemkot Mataram sebesar Rp 10 miliar, Kamis
(18/12) kemarin diplenokan oleh DPRD Kota Mataram. Dewan memberi sinyalemen bahwa
pinjaman Rp 10 miliar itu tidak harus melalui bank NTB, bisa saja lewat bank
lain. Rapat pleno yang dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram menyerap masukan dari
sejumlah anggota DPRD mengenai rencana pinjaman dan SE Mendikbud terkait
kurikulum 2013 dan 2006.
Ketua
Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini mengusulkan kepada pimpinan Dewan
supaya eksekutif melakukan presentasi terkait rencana pinjaman itu, termasuk
peruntukkannya. ‘’Pengembaliannya nanti bagaimana, apakah apakah multiyears
atau langsung?,’’ tanyanya. Sebab, hal ini berkaitan dengan masa jabatan kepala
daerah yang akan segera berakhir.
Setelah
eksekutif melakukan presentasi, lanjutnya, barulah Dewan memanggil Bank NTB.
‘’Apakah lebih untung meminjam lewat Bank NTB atau swasta,’’ cetusnya. Ditambahkan
anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, HM. Faesal, Pemkot diminta mencari
informasi terlebih dahulu. Apakah bunga di Bank NTB lebih tinggi atau lebih
rendah. ‘’Supaya tidak ada kesan kita menganaktirikan bank-bank di NTB.
Bahkan,
politisi Nasdem ini mengatakan mengapa Pemkot Mataram tidak meminjam saja lebih
dari Rp 10 miliar. ‘’Toh silpanya ada Rp 25 miliar,’’ cetusnya. Karenanya,
memang sebaiknya Pemkot Mataram melakukan ekspose atas pinjaman itu terlebih
dahulu. Namun demikian ekspose diharapkan lebih cepat dilakukan.
Ketua
DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., yang dikonfirmasi mengatakan, akan
menyiapkan waktu bagi eksekutif untuk melakukan ekspose rencana pinjaman itu
dalam pekan depan. (fit)
Komentar