Mataram
(Suara NTB) –
Keseriusan
Pemkot Mataram mengajukan raperda penanggulangan bencana, terusik. BPBD (Badan
Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Mataram sebagai SKPD Teknis yang mengajukan
raperda itu, justru terkesan tidak menguasai draf raperda yang diajukannya itu.
Itu
terlihat ketika anggota Pansus Penanggulangan Bencana DPRD Kota Mataram, I Wayan
Wardana, SH., dalam rapat kerja bersama Kepala BPBD Kota Mataram, Ir. H.
Supardi menanyakan skema penanggulangan bencana yang akan diatur dalam perda
tersebut. Mengingat, BPBD Kota Mataram merupakan turunan dari BNPB.
Idealnya,
penanggulangan bencana memang harus melibatkan semua SKPD. Pembagian tugas
harus jelas untuk tiap-tiap instansi. Terlebih pascabencana. ‘’Mekanismenya
seperti apa,’’ tanyanya.
Supardi
nampak tidak mampu menjabarkan jawaban menanggapi pertanyaan politisi PDI
Perjuangan itu. Bahkan Wayan Wardana sampai mengulang tiga kali pertanyaan
serupa. Tapi tetap saja jawaban Supardi terkesan tidak nyambung. ‘’Apa
sebetulnya yang ingin ditoljolkan dari raperda ini,’’ tanyanya. Wayan Wardana
juga mempertanyakan potensi bencana seperti apa yang membuat Pemkot Mataram
bersemangat mengajukan raperda penanggulangan bencana?
Mengingat
di Kota Mataram tidak ada gunung, maupun sungai besar. ‘’Paling yang perlu kita
waspadai adalah musim angin barat,’’ cetusnya. Wayan Wardana menekankan,
raperda ini mestinya menjadi jawaban bagaimana penanggulangan bencana yang baik.
Supaya tidak ada alasan tidak pernah latihan atau tidak ada fasilitas.
Menanggapi
pertanyaan anggota Pansus, Supardi mengungkapkan, bencana yang terjadi di
Mataram, dominan karena air. Ia mencontohkan banjir di Karang Buaya Pagutan
akibat kiriman banjir dari hulu. Selain banjir, potensi bencana lainnya adalah
angin puting beliung, pohon tumbang dan genangan.
Dalam
penanganan bencana, lanjut Supardi dibutuhkan koordinasi dengan SKPD lain. Memang
ada tim yang dibentuk beranggotakan SKPD lain. ‘’Anggotanya ada 60 orang,’’
sebutnya. Ia juga mengaku BPBD Kota Mataram nihil dana kas cadangan. Kondisi
ini langsung dikritik oleh Ketua Pansus Penanggulangan Bencana, Drs. HM. Noer
H. Ibrahim. ‘’Bagaimana bapak mau tolong orang kalau tidak ada anggaran,’’
pungkasnya. (fit)
Komentar