HARAPAN
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Mataram, Drs. Saleh supaya masyarakat juga
berpartisipasi supaya Mataram bisa memperoleh Adipura, ditanggapi anggota
Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta. Kepada Suara NTB di Kantor Walikota Mataram,
Rabu (31/12) ia mengatakan, hal itu (partisipasi masyarakat, red) memang mutlak
diperlukan.
‘’Cuma
sekarang bagaimana pemerintah menggugah masyarakat agar mau berpartisipasi,’’
cetusnya. Untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat, pemerintah memang dituntut
inovatif. Misalnya, Pemkot Mataram melalui SKPD terkait membuat lomba
lingkungan sehat yang intens dan rewardnya
jelas. ‘’Reward ini jangan asal reward, sehingga mereka berlomba-lomba
untuk menjaganya (kebersihan lingkungan, red),’’ ujarnya.
Kalau
masyarakat sudah terbiasa dengan kebersihan lingkungan, maka ke depan sistemnya
akan berjalan dengan sendirinya. Sebab, saat ini partisipasi masyarakat bisa
dikatakan belum mengembirakan. Dalam hal membuang sampah contohnya. Kesadaran
masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, masih minim. Sehingga tidak
heran kalau tumpukan sampah sangat mudah dijumpai di Mataram.
Bahkan
masyarakat terkesan cuek saja membuang sampah di lokasi yang notabene bukan TPS
(Tempat Pembuangan Sampah). Berkaca dari kondisi saat ini, Ketua Fraksi Partai
Gerindra DPRD Kota Mataram ini berkeyakinan langkah-langkah yang dalam
aplikasinya melibatkan masyarakat secara langsung dipandang sebagai solusi
untuk mengajak masyarakat terlibat. Terlebih untuk urusan yang berhubungan
dengan kebersihan.
Diakui
Ketut Sugiarta, untuk melibatkan masyarakat, memang membutuhkan waktu. ‘’Tapi
kita fokuskan. Saya kira semua program kalau dimanajerial dengan baik, akan
baik hasilnya,’’ katanya. Ia tidak menampik kalau program kebersihan lingkungan
di Mataram belum dikelola dengan baik. Dalam melibatkan partisipasi masyarakat,
khususnya di bidang kebersihan, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa hal itu
akan berdampak baik bagi lingkungan mereka.
‘’Sehingga
masyarakat belomba-lomba berpartisipasi,’’ imbuhnya. Ketut Sugiarta
menambahkan, sejauh ini Adipura belum menjadi bagian dari masyarakat itu
sendiri. Penghargaan bergengsi dalam bidang kebersihan lingkungan ini masih
menjadi kepentingan pemerintah. Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat memang
belum terlalu besar. Untuk itu perlu digalakkan ke depan. (fit)
Komentar