RENCANA
Pemkot Mataram membangun monumen mutiara di bundaran lingkar selatan, akses
menuju by pass Bandara Internasional Lombok, mendapat apresiasi dari kalangan
DPRD Kota Mataram. Salah satunya dari anggota Komisi III DPRD Kota Mataram,
Drs. I Ketut Sugiarta. ‘’Bagus kalau memang mau dibangun monumen mutiara,’’
ujarnya kepada Suara NTB di ruang
kerjanya, Senin (26/1).
Menurutnya,
monumen merupakan tanda suatu kota. Namun demikian, pembangunan monumen itu
harus dibarengi dengan kondisi riil di lapangan yang merupakan penjabaran dari
maksud pendirian monumen itu. Artinya, ketika monumen mutiara itu berdiri, maka
kondisi di lapangan harus benar-benar dimaksimalkan.
Ia
tidak menampik kondisi MCC (Mataram Craft Center) yang diharapkan menjadi
cerminan keberadaan monumen mutiara itu nantinya, belum dikelola maksimal. Ini
terbukti dengan masih banyaknya lokal toko yang tidak di tempati para perajin
mutiara. Sebaliknya di luar MCC, sentra-sentra penjualan mutiara mulai
tersebar. Tidak hanya di Sekarbela, juga diPagutan. Belum lagi penjual mutiara
yang menjajakan dagangannya dari satu event
ke event lainnya.
‘’Kalau
di MCC sudah penuh kemudian dibuka sentra-sentra penjualan mutiara di tempat
lainnya karena tidak tertampung di MCC, itu tidak masalah,’’ terangnya. Yang
menjadi persoalan, lanjut Ketua Fraksi Gerindra ini, penjualan mutiara lebih
marak di tempat lain ketimbang MCC. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya
besar.
Ia
memperkirakan kondisi MCC yang terkesan kurang diminati perajin, tidak terlepas
dari manajemen yang kurang baik. Karena, kata Ketut Sugiarta, ketika berbicara
mutiara, tidak hanya soal perencanaan tapi juga publikasi dan pemasaran. Ketiga
langkah itu harus berjalan beriringan.
Ketiga
langkah itu tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Koperindag tapi juga
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Ketut Sugiarta mengatakan, dibutuhkan
kreatifitas dari SKPD yang terlibat. Seperti Dinas Budpar, diharapkan mampu
mempromosikan produk mutiara melalui websitenya. ‘’Sehingga orang dari
mana-mana bisa mengakses informasi soal mutiara itu,’’ imbuhnya. Yang
terpenting, katanya, harus ada tekad menjada kualitas. (fit)
Komentar