KULINER
ayam taliwang sudah menjadi salah satu ikon bahkan salah satu pendukung
destininasi wisata Kota Mataram. Sayangnya belakang keberadaan kuliner ayam
taliwang khususnya di Karang Taliwang Cakranegara mulai terganggu dengan
sampah. Keberadaan kontainer sampah di perempatan Jalan Semangka, menurut
anggota DPRD Kota Mataram, Akhmad Azhari Ma’aruf sangat tidak tepat.
‘’Sebagai
destinasi wisata, sudah selayaknya Pemkot memperhatikan TPS (Tempat Pembuangan
Sampah, red) khusus untuk Karang Taliwang,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di kantornya, Jumat (23/1)
kemarin. Menurut anggota Dewan dari Partai Hanura ini, banyak aspirasi datang
dari masyarakat Karang Taliwang yang menginginkan supaya kontainer sampah itu
dipindahkan dari lokasinya yang sekarang.
Karena
jika tetap dibiarkan di sana, tentu akan mengganggu pengunjung kuliner Karang
Taliwang. Hal ini tentu akan sangat merugikan masyarakat yang notabene pelaku
usaha kuliner ayam taliwang. Karena, lanjut Akhmad Azhari Ma’aruf, tamu yang
datang berkunjung ke kuliner ayam taliwang yang berada di Karang Taliwang
Cakranegara, bukan hanya wisatawan lokal tapi juga dari luar daerah.
Dikatakan
Akhmad Azhari Ma’aruf, memang petugas dari Dinas Kebersihan Kota Mataram rutin
melakukan pengangkutan sampah sekali sehari, namun keberadaan kontainer sampah
yang dipandang tidak tepat itu, tetap saja mengganggu. Selain mengganggu
keindahan, juga mengeluarkan bau busuk. Seperti halnya keinginan masyarakat,
anggota Komisi II ini juga menyarankan supaya kontainer sampah itu dipindahkan.
‘’Di
Dekat Universitas 45 Mataram, ada tanah Pemda yang tidak jelas peruntukkannya.
Bisa saja kontainer itu dipindahkan ke sana,’’ terangnya. Selain itu, jika
dipindahkan ke tanah Pemda tersebut, tentu jumlah kontainer juga bisa ditambah,
mengingat luas lahan tersebut sekitar 4 are. Sebab selama ini, kontainer sampah
yang ada di Jalan Semangka tidak hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar tapi
warga dari luar Karang Taliwang juga membuang sampah ke kontainer yang ada di
Karang Taliwang.
Ia
berharap Pemkot tidak hanya bisa mengambil manfaat dari kuliner ayam taliwang
yang ada di Karang Taliwang, tapi juga memperhatikan sarana dan prasarana
kebersihan untuk mendukung supaya kuliner ayam taliwang di Karang Taliwang
tetap eksis. ‘’Selama ini Pemkot hanya mengambil pajak konsumen 10 persen dan
pajak restoran. Padahal keberadaan kuliner ayam taliwang dapat membantuh Pemkot
Mataram mengatasi masalah pengangguran. Dimana satu rumah makan mempekerjakan
puluhan karyawan. (fit)
Komentar