Kurang Kreatif



RENCANA Pemkot Mataram memindahkan PKL Cilinaya ke sekitar Pura Meru Cakranegara dinilai sebagai langkah yang kurang kreatif dan edukatif. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., di kota-kota besar, membangun di atas sungai merupakan pemandangan yang biasa.

‘’Dari hasil kunjungan kerja kami (Komisi III, red) bersama Dinas PU, yang seperti itu (membangun di atas sungai) sudah biasa dilakukan. Bahkan ada yang bangun jalan diatas sungai,’’ ujarnya. Pemanfaatan sungai atau drainase untuk bangunan menurut dia, tidak masalah sepanjang sudah ada sistem yang terbangun untuk drainase itu sendiri.

Syamsul menyebutkan, kedalaman drainase yang dibuat oleh Pemkot Surabaya bisa mencapai 1,20 meter. ‘’Tidak seperti kita di sini (Mataram, red) hanya 30 – 50 sentimeter,’’ cetusnya. Langkah antisipasi yang dilakukan Pemkot Surabaya, tiap radius 3 meter dibuat lubang kontrol. Sehingga kalau ada sampah, gampang diangkat. Yang juga membuat penanganan sungai maupun drainase di kota pahlawan itu menjadi mudah karena pertamanan dan kebersihan tergabung dalam satu dinas.

Penanganan PKL, lanjut politisi Nasdem itu jangan hanya melihat aspek bisnis semata. Lagipula, Pemkot harus bisa membedakan mana PKL dan mana pedagang besar. Menurut Syamsul masyarakat yang berjualan di Cilinaya bukan lagi katagori PKL melainkan rumah makan. Karenanya, ia mengimbau Pemkot mataram mengkaji kembali rencana relokasi pedagang yang menempati drainase.

‘’Jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah justru menimbulkan masalah baru,’’ katanya mengingatkan. Pasalnya, Pemkot Mataram telah berkomitmen untuk terus mengejar ketersediaan RTH 30 persen sesuai amanah undang-undang. ‘’Kenyamanan orang banyak harus diperhatikan,’’ pintanya. (fit)

Komentar