Libatkan Toga dan Toma



KALANGAN DPRD Kota Mataram mengapresiasi komitmen Disosnakertras Kota Mataram yang menargetkan Mataram bebas anjal. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, AMd kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa (30/12) berharap Disosnakertrans memegang komitmennya menjadikan Mataram bebas anjal.

Sebab saat ini sejumlah perempatan yang dulunya menjadi tempat mangkal anjal sudah bersih dari komunitas ''tangan dibawah'' itu, justru terlihat di tempat lain seperti pertokoan dan pemukiman. Bebas anjal yang diharapkan bahwa semua sudut Kota Mataram benar-benar bersih dari anjal, bukan hanya terlihat bersih di perempatan tapi justru bermigrasi ke pusat-pusat perbelanjaan.

Mengantisipasi meluasnya fenomena baru anjal yang telah merambah pertokoan, Herman menekankan perlunya Disosnakertrans memberdayakan Satgas yang ada. Ia berharap Disosnakertrans tidak hanya bersemangat di awal. Sebab, penanganan anjal tidak sebatas penertiban, tetapi bagaimana penanganan setelah itu. Apalagi anjal di Mataram berlatarbelakang dari anak-anak usia sekolah.

''Kalau memang mereka usia sekolah maka harus dikembalikan ke bangku sekolah,'' pintanya. Herman mengatakan, penanganan anjal perlu dirancang sebelum dan setelah penertiban. Langkah inilah yang diyakini mampu menjadikan Mataram bebas anjal. Tidak hanya anjal, oknum-oknum yang memobilisasi mereka juga perlu dipikirkan solusinya.

''Kalau ditemukan ada oknum yang memobilisasi mereka, satgas harus mengambil tindakan tegas,'' pintanya. Politisi Gerindra ini mengimbau Disosnakertrans mengintensifkan koordinasi dengan aparat kepolisian. Termasuk dalam rangka menelusuri oknum yang diduga memobilisasi anjal meminta-minta di jalanan.

Herman mengimbau dalam penangana anjal, Disosnakertrans mengedepankan pendekatan persuasif. Ia mengusulkan agar Disosnakertrans menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sebab, sambunhnya, diantara gepeng dan anjal yang pernah ditertibkan, mengaku hobi menjalani profesinya di jalanan. Terhadap mainset yang keliru ini, perlu keterlibatan toga dan toma.

‘’Kalau sudah hobi, toga/toma perlu melakukan pendekatan spiritual,’’ katanya. Baik gepeng maupun anjal harus diberi pemahaman bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah. Keterlibatan toda/toma diharapkan mampu membuat gepeng dan anjal tak lagi betah di jalan. (fit)

Komentar