SEKRETARIS
Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer H. Ibrahim meminta Dinas Koperindag
Kota Mataram memanggil sembilan agen elpiji yang ada di Kota Mataram. Imbauan
pemanggilan itu menyusul kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa bulan
terakhir. Komisi II, kata politisi Golkar ini, cukup terusik dengan hilangnya
elpiji 3 kilogram di pasaran.
Bagaimana
tidak, katanya, cukup banyak laporan masyarakat yang diterima pihaknya terkait
langkanya elpiji 3 kilogram. Apalagi menurut penjelasan Depo Pertamina Ampenan bahwa
tidak ada kendala dalam distribusi tabung melon itu dari Depo Pertamina.
''Koperindag harus lakukan pendekatan dengan sembilan agen. Panggil mereka,''
pinta Noer Ibrahim. Dinas Koperindag, sambungnya, harus memberi teguran kepada
agen elpiji nakal manakala ada temuan permainan agen terkait kelangkaan elpiji
3 kilogram.
Noer
Ibrahim mengingatkan agar agen elpiji agar profesional melaksanakan kegiatannya
mendistribusikan elpiji ke pangkalan. ''Jangan sampai yang dikasi jatah itu
hanya pangkalan-pangkalan yang memiliki hubungan kedekatan,'' imbaunya.
Mengingat kelangkaan elpiji yang dibarengi dengan harga mahal sudah kali
berturut-turut terjadi di Kota Mataram, Noer Ibrahim meminta Dinas Koperindag untuk
mencari solusi lain untuk mengantisipasi kelangkaan serupa kembali terjadi.
Mestinya,
lanjut Noer Ibrahim, Dinas Koperindag tidak perlu menunggu sampai
berbulan-bulan baru mau melakukan operasi pasar elpiji. Lambannya Dinas
Koperindag mengumpulkan para agen, Depo Pertamina hingga Hiswana Migas untuk
merencanakan operasi pasar dipandang komisi yang membidangi masalah keuangan
dan ekonomi ini sebagai bentuk kurang pekanya Dinas Koperindag Kota Mataram menjawab
keluhan masyarakat.
''Itu
namanya tidak responsif, masyarakat kan sudah menunggu OP sejak lama, malah
sampai minta sama Dewan,'' akunya. Ia berharap, dengan dilakukannya operasi
pasar elpiji 3 kilogram dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama
kelangkaan, terpaksa membeli elpiji dengan harga Rp 25 - 30 ribu per tabung.
(fit)
Komentar