Ragu Data Dinas PKP



PERNYATAAN Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram, Ir. H. Mutawali yang menyebutkan Mataram kekurangan 32.000 ton beras per tahun jika melihat rasio jumlah penduduk dengan luas sawah yang ada di Kota Mataram, dibantah Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Ehlas, SH.

Kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (8/1) Ehlas menyatakan bahwa ia meragukan data yang disampaikan Kepala Dinas PKP Kota mataram. ia menduga Kepala Dinas PKP Kota Mataram hanya mendapat cerita dari petugas PPL, tidak langsung turun langsung ke lapangan. ‘’Dengan jumlah penduduk 430 ribu jiwa lebih, dikatakan kekurangan beras, datanya dari mana,’’ tanyanya.

Justru, lanjut Ehlas sebetulnya Kota Mataram surplus beras. Meskipun luas lahan pertanian terbatas. Petani yang ada di Kota Mataram gencar meningkatkan produksi padi. ‘’Kita (mataram, red) ini sebetulnya surplus. Karena tidak terserap, jadi terkesan kekurangan,’’ ujarnya. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya patokan harga jual gabah petani yang jelas.

Sehingga, setiap kali panen, petani terpaksa menjual gabahnya kepada para tengkulak. Petani di Mataram, katanya, tidak banyak pilihan. Sebab, Bulog yang diharapkan mampu membeli gabah petani dengan harga yang lebih baik, seolah tidak pernah ada. ‘’Gabah petani ini tidak terserap, jadi terpaksa dijual ke tengkulak dengan harga yang tidak sesuai,’’ akunya.

Dikatakan Ehlas, sejatinya Kota Mataram tidak akan kekurangan beras sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PKP Kota Mataram kalau saja Dinas PKP berperan maksimal memfasilitasi bagaimana supaya bagaimana petani diserap oleh Bulog dengan harga yang tidak merugikan petani. Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram ini menegaskan, dengan jumlah lahan pertanian di Mataram, ia yakin petani-petani di Mataram masih mampu memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat Mataram.

Ehlas mencontohkan, kalau satu subak luasnya sekitar 70 hektar dan tiap hektar mampu menghasilkan 5 ton gabah, maka satu subak mampu menghasilkan 350 ton beras. Apalagi beras yang merupakan hasil petani di Mataram tidak pernah dijual ke luar daerah. ‘’Sekali lagi saya meragukan data Dinas PKP,’’ pungkasnya. (fit)

Komentar