ANGGOTA
Komisi I DPRD Kota Mataram, Ehlas, SH mengaku prihatin dengan perilaku oknum
siswa khususnya di SMP 9 Mataram dan sekolah-sekolah lainnya di Kota Mataram. pasalnya,
pada saat jam pelajaran sedang berlangsung, tidak sedikit oknum siswa yang
justru membolos dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak konstruktif.
‘’Mereka
bolos, lalu main PS kadang nongkrong-nongkrong di pinggir jalan,’’ ujar Ehlas kepada
Suara NTB di kantornya, Sabtu (24/1).
Perilaku oknum siswa bolos ini tidak saja dikeluhkan oleh para guru tapi juga
masyarakat. Mereka, lanjut Ehlas, dianggap menggangu ketertiban masyarakat.
Karenanya,
baik pihak sekolah maupun masyarakat berharap Satpol PP Kota Mataram turun
tangan dengan melakukan penertiban siswa bolos. Setidaknya, kata Ehlas, jika
penertiban dilakukan oleh Satpol PP, akan memberi efek jera bagi siswa itu
sendiri. Sebagai wakil rakyat, Ehlas mengaku sangat cemas dengan perilaku
membolos para oknum siswa.
Pasalnya,
sambung politisi Demokrat ini, sebentar lagi siswa akan menghadapi ujian
sehingga, hal itu dikhawatirkan akan menggangu proses belajan mengajar para
siswa. Ia mengkritik kebijakan Pemerintah yang selama ini selalu digaungkan.
‘’Jangan hanya mendorong pendidikan digalakkan tapi pengawasannya bagaimana,’’
tanya.
Sebagai
bentuk keseriusan Pemkot Mataram dalam dunia pendidikan, Ehlas sepakat kalau
pendidikan memang harus digalakkan. Tetapi, sebagai bagian dari komitmen
menggalakkan pendidikan, ia berharap dilakukan pengawasan oleh Satpol PP. Ia
menyarankan supaya Satpol PP rutin melakukan patroli ke tempat-tempat yang
biasa didatangi oknum siswa bolos.
‘’Tidak
perlu lama-lamalah, sehari cukup satu atau dua jam, yang penting rutin
dilakukan setiap hari,’’ terangnya. Selain patroli rutin yang dilakukan Satpol
PP, Ehlas juga menyarankan supaya pihak sekolah melakukan pemanggilan terhadap
orang tua siswa bolos. Rencana penertiban siswa bolos oleh Satpol PP harus
disampaikan kepada orang tua, sehingga orang tua bisa melakukan pengawasan
kepada anaknya.
‘’Siswa-siswa
ini perlu diberi wadah khusus untuk menyalurkan kreativitasnya,’’ pungkas
Ehlas. (fit)
Komentar