Mataram
(Suara NTB) –
Belum
lagi keluar SK Walikota Mataram terhadap usulan penurunan tarif angkot menyusul
turunnya harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter, Dinas
Perhubungan Kota Mataram, kembali menggagas rapat bersama Organda dan pihak
terkait lainnya, menyikapi kembali turunnya harga premium menjadi Rp 6.600 yang
mulai berlaku Senin (19/1) hari ini.
Kepala
Dishubkominfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid yang ditemui di Kantor Walikota
Mataram, Sabtu (18/1) mengaku tidak ada pilihan lain menyikapi penurunan BBM
tahap II kecuali harus melakukan penyesuaian terhadap tarif angkot. ‘’Yang
jelas akan kita sesuaikan dengan mengacu kepada harga BBM,’’ tegasnya.
Untuk
melakukan penurunan tarif angkot, pihaknya tentu harus berkoordinasi terlebih
dahulu dengan organda dan Satlantas. Khalid menolak menjawab kemungkinan tarif
angkot akan kembali pada nominal semua sebelum terjadi kenaikan harga BBM. ‘’Harus
kita hitung dulu bersama berapa tarif yang layak dan wajar,’’ ucapnya.
Khalid
mengatakan, sebetulnya pihaknya telah menjalin komunikasi lisan dengan pihak
organda, namun rapat resmi baru akan dilaksanakan kemungkinan Senin hari ini. Ia
membantah penilaian lambannya penurunan tarif angkot pascaturunnya harga BBM.
(fit)
Komentar