Ukur Kinerja Dewan



BADAN Kehormatan (BK) DPRD Kota Mataram telah melakukan evaluasi terhadap 40 anggota DPRD Kota Mataram. Meski hasilnya secara resmi baru akan disampaikan BK secara resmi pascabulan maulid, namun anggota BK DPRD Kota Mataram, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE., memberi gambaran bahwa hasil evaluasi terhadap politisi lingkar selatan itu rata-rata baik.

Ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Gus Hari, demikian sapaan akrabnya mengaku, evaluasi dilakukan terhadap tingkat kehadiran anggota Dewan. Ke depan, ia berharap ada parameter tambahan untuk mengukur kinerja anggota Dewan. Tentu, parameter tambahan ini mengacu kepada kode etik dan tata cara beracara DPRD Kota Mataram.

Lagipula, tambah Gus Hari, sudah ada ketentuan dari KPU. ‘’Ada form yang kita tandatangani bahwa kita sanggup keluar dari PNS, TNI/Polri agar konsentrasi menjadi anggota Dewan,’’ terangnya. Sehingga ke depan diharapkan indikator kerajinan anggota Dewan tidak melulu terukur dari tingkat kehadirannya dalam rapat paripurna.

Di luar itu, kehadiran anggota Dewan sesungguhnya tetap diperlukan. ‘’Kalau tidak ada paripurna lalu semua anggota Dewan tidak ada yang masuk, nanti kalau masyarakat menyampaikan aspirasinya, siapa yang menerima,’’ tanyanya. Kecuali, sambung politisi Demokrat ini, memang ada kegiatan yang sangat mendesak di luar kantor yang tidak bisa ditinggalkan.

Jangan sampai, anggota Dewan lebih menyibukan diri di luar kantor ketimbang di kantornya sendiri. ‘’Ini juga akan menjadi tolak ukur moralitas anggota Dewan,’’ pungkasnya. Bagi anggota Dewan yang memang ada kegiatan mendesak di luar kantor tidak dibebankan harus melaporkan ketidakhadirannya secara tertulis. ‘’Pemberitahuan juga bisa secara lisan, baik kepada ketua komisi maupun kepada pendamping komisi,’’ ungkapnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada ketua komisi agar tidak malas. ‘’Jangan hanya mengandalkan pendamping komisi saja,’’ pintanya. Karena bagaimanapun kehadiran anggota Dewan di kantor juga dalam rangka menjaga martabat dan kewibawaan institusi DPRD Kota Mataram. (fit)

Komentar