Validasi Data Pengguna Elpiji



MESKI pemerintah bersama sembilan agen elpiji di Kota Mataram sudah melakukan operasi pasar, namun tabung melon ini masih saja langka. Fenomena kelangkaan elpiji ini menjadi sorotan beberapa fraksi di DPRD Kota Mataram. Salah satu fraksi yang menyoroti kelangkaan elpiji ini adalah fraksi PDI perjuangan.

Juru bicara fraksi PDI perjuangan DPRD Kota Mataram, I Wayan Wardana, SH., di hadapan sidang paripurna, Kamis (22/1) kemarin menyampaikan masalah kelangkaan elpiji perlu disikapi serius oleh Walikota Mataram. Kelangkaan elpiji, lanjutnya, tidak terlepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap agen-agen penyalur elpiji di dalam melakukan pendistribusian.

Wayan Wardana yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, menilai operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kurang efektif dan bukan solusi jangka panjang dalam mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Untuk itu, perlu adanya validasi data pengguna elpiji 3 kilogram dari Dinas Koperindag Kota Mataram bekerjasama dengan pihak kelurahan.

Data pengguna elpiji itu harus disesuaikan dengan kuota elpiji 3 kilogram untuk Kota Mataram. untuk itu, perlu diupayakan agar rantai distribusi bisa dikurangi sehingga masyarakat dapat membeli elpiji 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi Rp 14.750. (fit)

Komentar