Bantuan Harus Dipantau



RENCANA Pemkot Mataram menggelontorkan bantuan kepada nelayan untuk mengantisipasi musim angin barat, diapresiasi oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati. Hanya saja, jenis bantuan perlu dipilih yang sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir. ‘’Lebih baik bantuannya berupa sembako, keterampilan serta bantuan peralatan supaya tidak mubazir,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (4/2) kemarin.

Mirdiati yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, mengatakan, karena musim angin barat itu merupakan bencana tahunan, maka harus ada solusi yang tepat untuk mengantisipasi. Artinya, ketika nelayan tidak bisa melaut, harus ada alternatif solusi yang membuat dapur mereka tetap mengepul. ‘’Supaya tidak ada piring terbang,’’ selorohnya.

Menurut Mirdiati, selain memberikan bantuan dalam bentuk sembako, Pemkot Mataram juga diimbau memberikan pelatihan keterampilan berikut peralatan pendukung untuk melaksanakan keterampilan itu di kala nelayan absen melaut. Sebab, lanjutnya, kalau hanya diberikan bantuan dalam bentuk sembako, dikhawatirkan nelayan akan menjadi manja.

‘’Akan sangat baik kalau diberikan keterampilan membuat olahan makanan yang bahan dasarnya dari ikan,’’ ujarnya. Keterampilan itu hendaknya dibarengi dengan pemberian bantuan berupa peralatan pendukung. Sehingga, ketika tidak melaut, nelayan tidak lagi kebingungan harus kerja apa untuk menghidupi keluarganya.

Pada bagian lain, Mirdiarti memandang, pemberian bantuan berupa genset dan peralatan lainnya untuk melaut juga penting, karena itu juga mendukung hasil tangkapan nelayan. Namun pemberian bantuan seperti itu, kurang pas jika dikaitkan dengan antisipasi absennya nelayan melaut pada musim angin barat. ‘’Itu solusi jangka panjang untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka (nelayan, red),’’ imbuhnya.

Kalau nantinya pemberian bantuan tidak hanya berasal dari satu SKPD saja, Mirdiati menyarankan supaya antar SKPD membangun koordinasi yang baik. Sehingga bantuan tidak tumpang tindih dan nelayan yang diberikan tepat sasaran. Pemberian bantuan, sambung Mirdiati, tidak boleh hanya dilepas begitu saja. Harus ada pemantauan berkala terhadap bantuan yang telah diberikan kepada nelayan. Jangan sampai bantuan yang telah diberikan justru berpindah tangan dan lain sebagainya. (fit)

Komentar