SEKRETARIS
Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat memandang pengelolaan parkir tepi
jalan umum, maupun tempat khusus parkir oleh Dishubkominfo (Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informatika) Kota Mataram belum ada inovasi. Menurut Ismul
dibutuhkan keberanian untuk menyelesaikan masalah parkir.
Karena,
menurut Ismul, parkir merupakan program profit
oriented. Artinya, salah satu sumber PAD (Pendapan Asli Daerah) Kota
Mataram yang angkanya cukup fantastis. Hanya saja, permasalahan parkir ini
masih menjadi persoalan klasik, baik di Dishubkonfo sendiri maupun pengelola
destinasi wisata. Seperti Taman Udayana Mataram, Taman Loang Baloq dan eks
Pelabuhan Ampenan.
Komisi
III, demikian politisi PKS ini, mengapresiasi apa yang disampikan pihak
Dishubkominfo di hadapan komisi yang membidangi masalah perhubungan ini. ‘’Bahwa,
clear kita mendengar bahwa
permasalahan parkir itu adalah bagian dari Dinas Perhubungan, bukan instansi
yang lain,’’ ujarnya. Pada evaluasi berikutnya, Komisi III berharap ada progres
yang jelas dari Dishubkominfo dalam menangani parkir di tempat khusus.
Komisi
III, lanjut Ismul, tidak ingin lagi mendengar bahwa setoran parkir tidak masuk
ke kas daerah. Tidak hanya parkir, Komisi III juga menyoroti minimnya PAD yang
diperoleh dari retribusi tower. Dengan jumlah tower 162 lebih di Mataram, PAD
yang didapat dinilai belum sebanding. ‘’Kalau kita bandingkan dengan Lombok
Barat yang fokus mengelola itu, kok
angkanya lebih besar,’’ cetusnya.
Padahal,
kalau berbicara NJOP (Nilai Jual Objek Pajak), jelas NJOP Kota Mataram lebih
tinggi. Komisi III, kata Ismul ingin tidak hanya sumringah mendengar peningkatannya
yang sekian miliar. ‘’Tapi sudah sesuai ndak
jumlah tower dengan hasil yang sesungguhnya. Sehingga kita tidak hanya
mendengar tahun depan naik Rp 100 miliar tapi ternyata tidak sesuai dengan
angka tower yang ada,’’ terangnya.
Ismul
menegaskan, Komisi III membutuhkan data yang jelas angka maupun titik tower
yang ada berikut hitung-hitungannya. ‘’Jadi tidak hanya diberi informasi kita
akan naik tahun depan,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar