Mataram
(Suara NTB) –
Mutasi
yang dilakukan Walikota Mataram, Rabu (4/2) nampaknya belum menjawab ekspektasi
masyarakat. Beberapa pejabat yang kinerjanya dianggap ‘’lemah’’ masih
dipertahankan. Selain itu, pejabat yang menempati jabatan ‘’abadi’’ juga
menjadi sorotan.
Beberapa
fraksi di DPRD Kota Mataram menyayangkan hasil mutasi itu. Wakil Ketua DPRD
Kota Mataram, I wayan Sugiartha kepada Suara
NTB mengungkapkan, hasil mutasi itu tidak sesuai dengan janji Walikota yang
menekankan tidak akan promosi dari eselon III ke eselon II, nyatanya terjadi. Di
sisi lain, ia juga menyoroti pejabat yang tidak pernah dimutasi atau
dipertahankan terlalu lama pada jabatan tertentu.
‘’Tujuan
mutasi itu kan untuk penyegaran, jadi
cukuplan 3 – 4 tahun saja. Kalau terlalu lama, pejabat bersangkutan pasti jenuh
dan kasihan juga pejabat yang di bawahnya ini, penjenjangan karirnya mandek,’’
terang anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. Pejabat yang tetap dipertahankan pada
jabatan tertentu mengesankan bahwa di Kota Mataram tak ada SDM selain pejabat tersebut.
Kendati
demikian, ia berpesan kepada pejabat yang baru saja dilantik supaya mampu
melaksanakan amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Kepala Dinas Dikpora diharapkan
mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Kota Mataram serta mengatasi
persoalan pendidikan di Mataram, seperti masalah pungutan.
Menurut
Ketua Fraksi Partai Golkar, orang boleh saja mengesankan ini dan itu. ‘’Kita
berharap, bahwa itu adalah untuk kepentingan organisasi, untuk memudahkan
Walikota mengomandoi segala kegiatan-kegiatan,’’ ucapnya. Ada yang digeser atau
sebaliknya ada yang didiamkan di posisi tertentu sekian lama, diyakini
tujuannya untuk kepentingan organisasi. Mungkin saja, lanjutnya, pejabat
tertentu dengan didiamkan di jabatan yang itu-itu saja, itulah yang terbaik.
Karenanya,
kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta, dari awal
mutasi itu harus mengedepankan profesionalitas. Jangan sampai ditunggangi oleh
kepentingan-kepentingan tertentu. ‘’Kalau memang pejabat bersangkutan dipandang
perlu dimutasi untuk kepentingan kemajuan Kota Mataram, kenapa tidak? Penekanan
kita profesionalismenya harus jelas,’’ ucapnya.
Profesionalime
hasil mutasi itu akan terlihat dari hasil kerja pejabat yang baru saja
menempati posisi baru. Seperti diketahui, beberapa pejabat lingkup Kota Mataram
menempati jabatan abadi. Seperti Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. Effendi Eko
Saswito, MM. Eko telah menjabat sebagai asisten II sejak masa pemerintahan
almarhum Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan. (fit)
Komentar