PKPI Mulai Buka Pendaftaran Balon Walikota
Mataram
(Suara NTB) –
Saat
parpol-parpol lain masih banyak pertimbangan dan belum melakukan pnjaringan,
PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) tampil percaya
diri. Partai besutan Sutiyoso ini, sudah mulai membuka pendaftaran bakal calon
Walikota yang akan diusung pada Pilkada Kota Mataram mendatang.
Anggota Dewan Pimpinan Kecamatan/Kota DPK PKPI Kota
Mataram, Misban Ratmaji, SE., menyatakan, pihaknya sudah siap menerima balon
Walikota. ‘’Iya, kami mulai hari ini (Jumat, red) sudah mulai membuka
pendaftaran,’’ ujarnya menjawab Suara NTB
di DPRD Kota Mataram, Jumat (13/2). Misban mempersilahkan pihak-pihak yang
berminat menjadi balon Walikota Mataram agar menghubungi pengurus PKPI.
Meski
menjadi pioner parpol yang membuka pendaftaran balon Walikota, namun PKPI,
lanjut Misban, juga tidak mau sembarangan. ‘’Dengan catatan, syarat-syarat yang
ditentukan dalam undang-undang penuhi dulu,’’ pintanya. Pendaftaran yang dibuka
PKPI, tidak hanya untuk internal kader PKPI tapi juga untuk kalangan umum.
Selama
ini, PKPI belum melihat ada keinginan internal kader maju dalam Pilkada nanti.
‘’Kita berharap juga dari profesional,’’ cetusnya. Terkait figur, PKPI
berkeinginan mengusung figur yang mampu membangun kota Mataram dengan baik. Artinya,
Mataram harus lebih maju dalam lima tahun ke depan. ‘’Lebih cepat majunya.
Bagaimana mereka membuat visi misi yang baik untuk kemajuan Kota Mataram, tidak
jalan di tempat,’’ demikian Misban Ratmaji.
PKPI
tidak mempersoalkan dari kalangan manapun figur yang diusung parpolnya nanti,
sepanjang memiliki komitmen tinggi membangun Kota Mataram. Untuk batas
pendaftaran balon Walikota, kata Misban, PKPI cukup fleksibel. Meskipun awalnya
memberi batas akhir hingga akhir Februari, namun tidak menutup kemungkinan,
batas akhir itu bisa bergeser. ‘’Kalau belum ada, kita akan perpanjang
waktunya. Tapi kalau sudah banyak, kita akan komunikasikan dengan partai,’’
ujarnya.
Pemberlakukan
batas akhir yang fleksibel, sembari menunggu revisi UU No. 1 tahun 2015. Sementara
itu mengenai koalisi, PKPI akan mencoba menggabungkan diri dengan beberapa
parpol lainnya. PKPI membebaskan DPK untuk melakukan koalisi dengan parpol mana
saja, tidak harus mempertahankan koalisi Indonesia Hebat. (fit)
Komentar