Razia Jangan hanya Lihat Etalase



MANTAN Ketua Pansus Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Husni Thamrin, mengapresiasi rencana Dinas Koperindag Kota mataram dan BPMP2T (Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu) Kota Mataram yang akan menarik paksa miras dari pasar modern yang ada di Kota Mataram.

Ditemui usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Senin (23/2) kemarin, Husni mengatakan, memang sudah ada aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan terkait peredaran miras. Untuk itu, Dewan mendorong eksekutif untuk secepatnya menindaklanjuti aturan itu. ‘’Jadi, jangan sampai aturan yang sudah dibuat oleh pusat, tidak ditaati oleh pelaku usaha,’’ ujarnya.

Menurut Husni, tidak ada aturan bagi pelaku usaha untuk tidak mentaati aturan itu. Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Mataram ini mengimbau kepada pelaku usaha, sebelum dirazia, harus menarik miras yang dijual. ‘’Jangan kepentingan kapitalis atau keuntungan yang besar saja yang didahulukan, tapi kemaslahatan generasi muda di Kota Mataram juga perlu diperhatikan,’’ pintanya.

Husni menegaskan, izin penjualan miras tidak include dalam izin usaha perdagangan, meskipun pada praktiknya, tidak sedikit pelaku usaha yang salah menafsirkan izin itu. ‘’Itu kesalahan besar. Ini mereka kan bukan tidak tahu tapi pura-pura tidak tahu,’’ kata politisi PPP ini. Dengan adanya regulasi dari Kementerian Perdagangan, ia meminta Pemkot Mataram untuk bersungguh-sungguh melakukan penertiban penjualan miras.

Sebab, efek miras sangat besar. Tidak hanya miras di pasar modern, Husni juga mengimbau Pemkot memperketat pengawasan terhadap miras tradisional. ‘’Panggil mereka (penjual miras tradisional, red) berikan sosialisasi,’’ imbaunya. Ia menambahkan, sasaran razia hendaknya jhangan hanya pasar modern tapi juga penjual miras tradisional.

Husni juga menyarankan kepada aparat yang melakukan razia tidak sebatas yang terlihat saja. ‘’razia itu jangan hanya melihat etalase, periksa juga sampai ke belakang,’’ tandasnya. (fit)

Komentar