KOTA
Mataram mendapat jatah revitalisasi tiga pasar tradisional. Bantuan
revitalisasi pasar tradisional ini, kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H.
Muhir, S.Kep., berasal pemerintah pusat. Kepastian Pemkot Mataram mendapat jatah
revitalisasi pasar tradisional ini, karena sudah masuk dalam perencanaan
pemerintah pusat.
''Tapi
di sini kan belum ada nomenklaturnya.
Juklak juknisnya bagaimana sehingga pasar tradisional yang ada di Kota Mataram
betul-betul mendapat bantuan dari pemerintah pusat,’’ terang Muhir. Pemkot
Mataram dalam hal ini sudah cukup pro aktif. Kepala Dinas Koperindag Kota
Mataram, Wartan, SH., dan salah seorang kepala bidang di Dinas yang menangani
masalah koperasi dan perdagangan ini, katanya telah menemui pemerintah pusat.
Bahkan,
dalam pertemuan dengan pemerintah pusat, Kepala Dinas Koperindag Kota Mataram
telahmenyampaikan proposal. ‘’Insya Allah tinggal kita tunggu Bulan April, itu
masuk DAK (Dana Alokasi Khusus,’’ ucapnya. Politisi Partai Golkar menyebutkan, untuk
revitalisasi tiga pasar itu, Pemkot Mataram akan mendapat bantuan senilai
sekitar Rp 9 miliar. Dengan alokasi bantuan masing-masing pasar Rp 3 miliar.
Nama-nama
tiga pasar yang akan mendapat bantuan tersebut, menurut Muhir akan ditentukan
oleh pemerintah pusat berdasarkan hasil survei. Yang jelas, dana bantuan itu
akan dipergunakan untuk fisik bangunan pasar yang nantinya disetujui untuk
direvitalisasi. Dinas Koperindag Kota Mataram telah mengusulkan tujuh pasar
yang akan direvitalisasi.
Tetapi
dari tujuh pasar itu, mana yang akan direvitalisasi tergantung keputusan
pemerintah pusat. Namun demikian, ada juga aspirasi dari masyarakat untuk
merevitalisasi Pasar Perumnas. Namun perlu dipikirkan, saat pembangunan kemana
pedagang tersebut akan direlokasi. ‘’Karena kita tahu ketersediaan lahan di
Perumnas seperti apa,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar