Sesuaikan Standar Satuan Harga



WAKIL Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., tidak menampik adanya ketidaksesuaian harga material berikut upah pekerja proyek. Bahkan katanya, itu merupakan keluhan yang dari dulu mengemuka di kalangan kontraktor. ''Saat tender, harga yang keluar tidak sesuai dengan harga pasar,'' akunya.

Politisi Nasdem ini juga mensinyalir ada ''pemain'' material. Pada saat tender proyek pemain material kerap mengambil kesempatan untuk mempermainkan harga. Menurut Syamsul, wajar kalau marak keluhan mengenai ketidaksesuaian standar harga satuan material yang ditetapkan Pemkot Mataram dengan harga yang sesungguhnya di lapangan. ''Penjual material ini juga pasti ngintip-ngintip kalau ada tender,'' cetusnya.

Masalah material yang kerap menjadi kendala adalah ketersediaan semen. Material yang satu ini tidak jarang tiba-tiba menghilang di pasaran. Syamsul menyatakan bahwa semen merupakan roh sebuah proyek. ''Roh proyek itu di semen. Kalau material lain ada di dalam daerah tapi kalau semen didatangkan dari luar daerah,'' bebernya.

Sebab, menurut Syamsul, standar satuan harga ditetapkan jauh sebelum tender dilaksanakan. ''Biasanyakan penetapan standar harga satuan ini ditetapkan pada tahun anggaran sebelumnya,'' ujarnya. Ia meminta kepada Pemkot Mataram agar penetapan harga satuan material berikut upah tenaga kerja supaya mengacu pula pada standar harga satuan material dan standar upah pekerja di daerah lain yang notabene paling dekat dengan Kota Mataram.

''Ya kita mintalah supaya standar satuan harga di Kota (Mataram, red) mendekati standar provinsi. Karena kan material yang digunakan sama,'' terangnya. Karenanya, imbuh syamsul, ppk harus jelas menafsirkan pagu dana. Demikian pula dengan harga material dan upah pekerja. ''Sebab ada kontraktor yang membuang 30 - 40 persen sehingga kualitas proyek kurang memadai '' tandasnya.

Karena bagaimanapun, kontraktor merupakan penyumbang pendapatan asli daerah. Disisi lain Syamsul juga meminta komitmen dari kontraktor untuk bersama-sama membangun Kota Mataram. (fit)

Komentar